facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Cerita Perjalanan Menikmati Surga Lereng Gunung Lawu di Bumi Karanganyar

Ronald Seger Prabowo Jum'at, 24 Juni 2022 | 14:53 WIB

Cerita Perjalanan Menikmati Surga Lereng Gunung Lawu di Bumi Karanganyar
Telaga Madirda di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. [Jatengprov.go.id]

Kabupaten Karanganyar memiliki pesona wisata di kaki Gunung Lawu.

SuaraSurakarta.id - Desa Berjo, tentu bukan tempat yang asing bagi masyarakat Karanganyar dan sekitarnya. Desa Berjo atau yang lebih dikenal dengan Desa Wisata Berjo adalah desa yang terletak di lereng Gunung Lawu, tepatnya di Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah.

Seperti perjalanan kelompok 1 MBKM Komunikasi Terapan 2020 UNS. Jika Anda berangkat dari Solo, maka perlu waktu sekitar 1 jam untuk bisa sampai ke sini. Namun lama perjalanan akan terbayar begitu Anda sampai di ‘surga’ Karanganyar.

Jalan yang berkelok naik, udara sejuk khas pegunungan, hijau di manapun mata memandang, petani dan pekebun yang menggarap lahan adalah teman Anda di perjalanan. Di sini Anda bisa sedikit mengurangi kecepatan berkendara, menengok ke kanan-kiri dan lihat! Hamparan sawah dan rumah penduduk, terlihat kecil dari sini.

Anda beruntung karena cuaca sedang cerah, tidak ada kabut yang turun sehingga semua terlihat dengan jelas. Namun tetap berhati-hati karena jalan di sini tidak stabil, ada yang terlalu naik dan terlalu turun. Jadi tetap di kursi penumpang dan kencangkan sabuk pengaman Anda, karena kita akan menuju ke destinasi wisata pertama, Telaga Madirda.

Baca Juga: Menparekraf Sandiaga Uno Ungkap Keunggulan Desa Wisata, Makin Populer di Tengah Pandemi Covid-19

Kita telah sampai di Telaga Madirda. Perjalanan ke sini cukup melelahkan, jadi lakukan sedikit peregangan agar otot tidak tegang, begitu kata Bang Haji, Rhoma Irama. Jika sudah, mari kita masuk. Eits, sebentar! Anda harus beli tiket dulu di loket seharga 15 ribu rupiah, terjangkau bukan? Tiket sudah di tangan, mari kita masuk! Asri, mungkin itu kata yang paling cocok untuk menggambarkan tempat ini.

Lapangan rumput bak permadani hijau, pohon, tanaman bunga, gazebo, tidak ketinggalan pemeran utama di tempat ini, Telaga Madirda. Di sini Anda bisa berfoto ria di tulisan besar ‘Telaga Madirda’ yang ikonik, Anda juga bisa naik sampan atau ‘bebek’, bukan bebek sungguhan tapi kapal berbentuk bebek yang dikayuh tenaga manusia.

Anda perlu merogoh kocek 15 ribu rupiah untuk bisa ‘bersepeda’ di atas telaga, sangat mengasyikan. Setelah puas keliling, mari menepi dan melepaskan pelampung karena kita akan menuju ke destinasi selanjutnya.

Apa Anda mendengar suara gemericik air? Jika iya berarti Anda sudah dekat dengan destinasi ‘surga’ kedua, Air Terjun Jumog. Sama seperti di Telaga Madirda, sebelum masuk Anda harus membeli tiket terlebih dahulu.

Di sini Anda harus menaiki tangga untuk bisa melihat air terjun yang dimaksud. Huft, perjalanan ini cukup melelahkan! Perut Anda sampai berbunyi karena lapar. Belum lagi aroma sate kelinci berbalut bumbu rempah yang dibakar, sangat menggoda. Hm, kalau begitu, mari makan dahulu.

Baca Juga: PT KAI Kembali Operasikan Jalur Kereta Api Sawah Lunto-Muoro Kalaban untuk Wisata

Sate kelinci yang empuk dan lezat sudah berpindah ke perut Anda, itu artinya Anda sudah kenyang dan siap melanjutkan perjalanan. Dari tempat Anda makan sate, naik tangga sekali lagi dan Anda sudah sampai. Air terjun yang besar, mari mengambil gambar.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait