Cerita Perjalanan Menikmati Surga Lereng Gunung Lawu di Bumi Karanganyar

Kabupaten Karanganyar memiliki pesona wisata di kaki Gunung Lawu.

Ronald Seger Prabowo
Jum'at, 24 Juni 2022 | 14:53 WIB
Cerita Perjalanan Menikmati Surga Lereng Gunung Lawu di Bumi Karanganyar
Telaga Madirda di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. [Jatengprov.go.id]

Cekrek! Wow, foto yang bagus! Jika Anda ingin mengunggahnya ke Instagram, jangan lupa mention ke akun pesonaberjo dan beri caption healing versi Anda, karena akun pesonaberjo akan mengunggah ulang.

Destinasi ketiga sekaligus terakhir Anda hari ini adalah Candi Sukuh, Anda harus naik lagi, tinggi-tinggi sekali seperti lirik lagu anak ‘Naik-naik ke Puncak Gunung’. Sampai! Udara di sini lebih dingin daripada saat Anda di Telaga Madirda atau Air Terjun Jumog, karena Anda berada di ketinggian 1.186 meter di atas permukaan laut. Beli tiket, pakai kain hitam-putih yang telah disediakan petugas, dan mari masuk!

Candi Sukuh di Desa Berjo, Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah dipugar, Rabu (16/9/2015). [suara.com/Labib Zamani]
Candi Sukuh di Desa Berjo, Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah dipugar, Rabu (16/9/2015). [suara.com/Labib Zamani]

Candi Sukuh adalah kompleks candi Hindu yang diperkirakan dibangun pada masa akhir Kerajaan Majapahit dan cenderung mirip peninggalan budaya Maya di Meksiko atau budaya Inca di Peru. Di sini Anda juga diingatkan akan bentuk Piramida di Mesir.

Candi ini mempunyai kesan kesederhanaan yang mencolok dan berbeda dengan candi-candi di Jawa Tengah lainnya, seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan.

Baca Juga:Menparekraf Sandiaga Uno Ungkap Keunggulan Desa Wisata, Makin Populer di Tengah Pandemi Covid-19

Tetap jaga etika di tempat wisata karena Anda berada di situs wisata sakral dan dilindungi. Tetapi tidak perlu terlalu kaku, Anda boleh mengambil gambar, bahkan terkadang Anda bisa melihat pengunjung melakukan pre-wedding di sini.

Desa Berjo tidak hanya terkenal akan destinasi wisatanya, namun juga kesenian dan potensi tiap dusunnya. Angklung adalah alat musik kesenian andalan di Desa Berjo, Anda bisa kepo di akun Instagram angklung_kasta untuk melihat penampilan pemuda Berjo bermain angklung atau datang ke event yang diselenggarakan BUMDes Berjo.

Sedangkan untuk potensi tiap dusun, Anda bisa berkunjung ke kebun bunga anggrek dan krisan di Berjo, kebun bunga arterium di Gero, melihat peternakan sapi di Tlogo dan Tambak, pembuatan pupuk organik di Tanggung, dan membeli produk UMKM makanan kering di Gandu.

Tidak terasa Anda sudah selesai keliling Desa Berjo, mengunjungi tempat wisata, kesenian lokal, dan potensi tiap dusunnya. Hari yang menyenangkan sekaligus melelahkan, selamat istirahat ya. Tetap jaga dan lestarikan ‘surga’ yang ada agar bisa dinikmati generasi selanjutnya.

Baca Juga:PT KAI Kembali Operasikan Jalur Kereta Api Sawah Lunto-Muoro Kalaban untuk Wisata

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini