alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ribuan Karyawan PT Pan Brothers Boyolali Demo Tolak THR Dicicil

Ronald Seger Prabowo Rabu, 05 Mei 2021 | 16:56 WIB

Ribuan Karyawan PT Pan Brothers Boyolali Demo Tolak THR Dicicil
Pekerja PT Pan Brothers Boyolali berunjuk rasa di depan pabrik, Rabu (5/5/2021). [Solopos-Bayu Jatmiko Adi]

Mereka terus menyuarakan tuntutan pembayaran gaji bulan April 2021 yang harus diterimakan awal bulan Mei ini.

SuaraSurakarta.id - Suasana PT Pan Brothers Boyolali, memanas sepekan jelang Lebaran 2021. Pasalnya, ribuan karyawan demo alias unjuk rasa di depan pabrik, Rabu (5/5/2021).

Mereka melakukan mogok kerja setelah mendapatkan informasi jika gaji mereka bulan ini akan dicicil dua kali. Selain itu pemberian THR tahun ini juga akan dicicil delapan kali.

Saat aksi, para buruh semula hanya berada di lingkup perusahaan saja. Namun kemudian, mereka bergerombol di jalan depan perusahaan.

Mereka terus menyuarakan tuntutan pembayaran gaji bulan April 2021  yang harus diterimakan awal bulan Mei ini. Para buruh juga dikabarkan membakar kaos dan baju seragam. 

Baca Juga: 1.999 Personel Polisi Disiagakan Amankan May Day di Kota Surabaya

"Setelah [mendengar] itu para pekerja tidak terima. Kami kerja tetap jalan, lembur jalan. Kenapa kebijakannya seperti ini. Baru tadi pagi kami mendapat informasi. Kemudian semua keluar [berunjuk rasa]," kata di salah satu pekerja PT Pan Brothers yang tidak mau disebut namanya dilansir Solopos.com--jaringan Suara.com.

Karyawan lain yang juga tidak mau disebut namanya mengatakan jika ditotal, jumlah gaji, THR dan uang lembur yang harus diterima pegawai rata-rata Rp5 juta per orang.

"Harusnya hari ini setiap tanggal 5, gaji dibayarkan. Tapi tadi diumumkan akan dibayar dua kali, tanggal 5 dan tanggal 10. THR juga dicicil delapan kali. Aturan pemerintah sudah jelas dibayarkan sekali," jelas dia.

Para pekerja pabrik mulai berhamburan memenuhi jalan Mojosongo-Teras sejak pukul 11.00 WIB. Hingga pukul 13.11 WIB, para pekerja masih memenuhi jalan dan halaman pabrik.

Mereka masih menunggu keterangan dari pihak manajemen. "Kalau tidak ada kejelasan, ya besok paling mogok kerja," timpal pekerja lainnya.

Baca Juga: Menaker Izinkan Buruh Demo May Day 1 Mei di Jakarta saat Pandemi COVID-19

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait