facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Berat Badan Naik Cepat Usai Lebaran, Ternyata Penyebabnya Bukan Hanya Makanan

Budi Arista Romadhoni Kamis, 05 Mei 2022 | 15:36 WIB

Berat Badan Naik Cepat Usai Lebaran, Ternyata Penyebabnya Bukan Hanya Makanan
Ilustrasi Berat Badan. Konsumsi makanan berlemak, berkalori tinggi dan gula menjadi hidangan khas lebaran, hal itu pun berdampak ke kondisi tubuh, yaitu berat badan naik cepat. [pexels.com]

Konsumsi makanan berlemak, berkalori tinggi dan gula menjadi hidangan khas lebaran, hal itu pun berdampak ke kondisi tubuh, yaitu berat badan naik cepat

SuaraSurakarta.id - Konsumsi makanan berlemak, berkalori tinggi dan gula berlebihan berkontribusi pada meningkatnya berat badan orang-orang dan ini tidak mudah turun dalam waktu cepat.

Health Claim Senior Manager Sequis, dr Yosef Fransiscus. mengatakan, saat berlebaran, sebagian orang mungkin tidak lepas dari opor ayam, gulai rendang, dan ketupat serta berbagai hidangan khas hari raya.

Pun sewaktu Ramadhan, dapat ditemui mereka yang berbuka puasa dengan menyantap makanan berminyak, banyak mengandung tepung, dan minuman manis.

"Mengonsumsi kalori lebih tinggi dari yang tubuh butuhkan berpotensi membuat berat badan naik drastis. Misalnya saja, tubuh membutuhkan sekitar 2000 kalori, jumlah tersebut bisa sekaligus ada dalam satu porsi hidangan Lebaran," ujar Yosef dikutip dari ANTARA Kamis (5/5/2022).

Baca Juga: Diet Ketat Kim Kardashian Demi Tampil Memukau di Met Gala 2022 Dikritik Ahli Gizi karena Berbahaya

Makanan mengandung gula dalam santapan Lebaran, seperti kue kering yang dikonsumsi sering dalam porsi banyak juga menjadi pencetus kenaikan berat badan hingga obesitas terjadi lebih cepat, sehingga berisiko mudah terserang penyakit diabetes.

Menurut Yosef, selain makanan tinggi kalori dan gula, penyebab berat badan naik dengan cepat juga akibat karena kurang tidur dan beraktivitas fisik. Sebagian orang khususnya mudik ke kampung halaman juga cenderung lebih banyak menghabiskan waktu untuk bersantai.

"Saat tubuh kurang tidur, hormon insulin, leptin dan ghrelin menjadi tidak seimbang yang dapat memicu nafsu makan lebih tinggi sehingga durasi dan porsi makan bisa lebih banyak dari biasanya," tutur Yosef.

Kurangnya aktivitas fisik seperti olahraga menyebabkan tubuh akan mengalami surplus kalori atau jumlah kalori yang masuk akan lebih banyak daripada yang dibakar. Kelebihan kalori dalam tubuh jika tidak habis terbakar akan menjadi timbunan lemak dan berat badan akan melonjak naik.

Menurut Yosef, memberikan tubuh makanan lezat bukan masalah tapi sebaiknya tidak terlalu cepat saat menyantapnya agar bisa menikmati makanan tersebut dan tubuh tidak tergesa-gesa memproses makanan.

Baca Juga: Minum Kopi Dingin Bisa Bantu Menurunkan Berat Badan, Benar Demikian?

“Sesekali kita boleh makan enak untuk kesenangan dan bersilaturahmi asal porsi tidak berlebihan. Waktu berlebaran atau berlibur, kita tetap perlu mengendalikan diri dalam urusan makanan karena sejatinya tubuh lebih membutuhkan makanan bernutrisi dan cukup istirahat,” ujar dia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait