facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Saat Waria di Sragen Ikut Program Vaksinasi, Sempat Menjerit Kesakitan

Budi Arista Romadhoni Rabu, 25 Agustus 2021 | 09:53 WIB

Saat Waria di Sragen Ikut Program Vaksinasi, Sempat Menjerit Kesakitan
Ilustrasi vaksinasi. Vaksinasi diberikan ke seluruh masyarakat, termasuk para waria. [Solopos.com]

Vaksinasi diberikan ke seluruh masyarakat, termasuk para waria

SuaraSurakarta.id - Program vaksinasi diberikan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Tak terkecuali seorang waria

Sebanyak 10 orang waria anggota Paguyuban Sedap Malam Sragen mengikuti vaksinasi Covid-19 massal di Pusat Pelayanan Vaksinasi Kantor Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (UPTPK) Sragen, Selasa (24/8/2021).

Para waria itu datang ke UPTPK dipimpin Ketua Paguyuban Sedap Malam Sragen, Sri Riyanto, yang biasa disapa Mas Damen.

Sebelum penyuntikan vaksin, mereka mengikuti pemeriksaan screening kesehatan yang dipimpin Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen dr. Sri Subekti.

Baca Juga: Ratusan Waria Nyaris Labrak Rumah Billy Syahputra: Kami Dianggap Seperti Sampah!

Mereka dipanggil satu per satu sesuai dengan nama pada kartu tanda penduduk (KTP) yang semuanya bernama laki-laki. Namun, saat datang ke lokasi vaksinasi ada yang berperangai layaknya perempuan.

Kebetulan Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Sragen Damai Tatag Prabawanto menjadi vaksinatornya. Damai cukup akrab dengan para waria itu karena sebagian besar waria mengenak sosok Damai seperti ibu sendiri.

Tenaga kesehatan menyiapkan vaksin Pfizer untuk disuntikkan ke seorang warga di Puskesmas Lebak Bulus, Jakarta, Senin (23/8/2021). [ANTARA FOTO/Reno Esnir]
Tenaga kesehatan menyiapkan vaksin Pfizer untuk disuntikkan ke seorang warga di Puskesmas Lebak Bulus, Jakarta, Senin (23/8/2021). [ANTARA FOTO/Reno Esnir]

Pandu Restu Aji, 19, warga Karanganyar, yang tinggal di Sanggar Sedap Malam Karangmalang, Sragen, mendapat giliran pertama setelah Mas Damen vaksin.

Saat disuntik, Pandu menjerit. Ekspresinya membikin para nakes tertawa karena bukan jeritan kesakitan tetapi seperti orang dicubit kecil.

Pandu seorang mahasiswa program studi seni tari di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo.

Baca Juga: Kesal dengan Kelakuan Billy Syahputra, Mami Yuli: Kami Ini Juga Manusia

“Seneng banget bisa ikut vaksin. Persiapan sebelum vaksin, makan yang banyak dan minum jus. Jalani saja. Pokoknya divaksin itu enak,” katanya dikutip dari Solopos.com, Selasa (24/8/2021).

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait