- Sebuah utas viral di X berisi pengakuan perempuan tentang kekerasan bertahap dalam relasi dengan penulis bergelar doktor.
- Relasi bermula dari perkenalan belajar menulis pada Maret 2025, berkembang menjadi kontrol emosi dan isolasi.
- Pasca-relasi, korban mengalami dampak psikologis berat serta sedang menjalani proses pendampingan dan hukum.
Setelah relasi tersebut berakhir, penulis mengaku baru menyadari sepenuhnya situasi yang dialaminya. Ia menyebut mengalami tekanan mental yang berat hingga sempat berada dalam kondisi krisis.
Penulis juga mengungkap telah mencoba mencari bantuan melalui layanan pengaduan serta lembaga terkait. Namun dalam utasnya, ia mengaku menghadapi pengalaman yang membuatnya merasa belum mendapatkan keadilan.
Saat ini, ia menyebut tengah menjalani pendampingan psikologis dan proses hukum dengan dukungan komunitas.
Utas tersebut dengan cepat menyebar dan menuai beragam respons dari warganet. Banyak yang menyampaikan empati, sementara sebagian lain menyoroti pentingnya memahami pola hubungan tidak sehat yang sering kali terjadi secara bertahap.
Istilah seperti gaslighting, grooming, hingga DARVO ikut ramai dibahas, menunjukkan meningkatnya kesadaran publik terhadap dinamika kekerasan dalam relasi.
Catatan Redaksi:
Seluruh informasi dalam artikel ini bersumber dari utas yang beredar di media sosial dan belum dapat diverifikasi secara utuh. Pihak yang disebut dalam utas tersebut juga belum memberikan tanggapan.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa relasi tidak sehat sering kali tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan berkembang melalui tahapan yang kerap tidak disadari.
Baca Juga: Listrik Dipadamkan PLN, Keraton Kasunanan Surakarta Sempat Gelap Gulita Selama 2 Hari
Tag
Berita Terkait
-
7 Fakta Kasus Ayah di Klaten Diduga Lakukan Kekerasan Seksual pada Anak Selama 14 Tahun
-
Didatangi Warga Solo Sambil Nangis-nangis, Komisi III DPR RI Kena Prank Kasus?
-
UNS Bebas Kekerasan Seksual, Rektor Baru Bentuk Satgas Khusus
-
Sragen Darurat Kekerasan Seksual Anak, Korban Tembus 25 Orang
-
TKN Prabowo-Gibran Sebut Isu Kekerasan Perempuan dan Anak Jadi Prioritas, Apa Programnya?
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Ini Program Wali Kota Solo untuk Mengentaskan Angka Pengangguran dan Kemiskinan
-
Tangisan Driver Ojol Penghasilannya Turun Drastis, Dulu Bisa Rp300 Ribu Per Hari, Sekarang Sulit
-
Hadiri Rakorwil Papua Pegunungan, Kaesang Tegaskan Papua Juga Harus Semaju Daerah Lain
-
Angka Pengangguran di Kota Solo Lebih Tinggi dari Daerah di Soloraya, Capai 13,5 Ribu Jiwa
-
Ditjen Hubla Kemenhub Digugat ke PTUN Jakarta Terkait Konsesi Alur Mahakam