- Area halaman utama Keraton Surakarta gelap dua hari akibat pemadaman listrik oleh oknum yang merasa telah membayar tagihan Januari.
- Tagihan listrik bulan Februari 2026 akhirnya dibayarkan oleh pihak keraton setelah berkoordinasi dengan KGPH Panembahan Agung Tedjowulan.
- Pembayaran empat meteran listrik mencapai Rp13,7 juta, menyisakan satu rekening di Sasana Narendra yang belum diselesaikan.
SuaraSurakarta.id - Bagian di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sempat gelap selama dua hari. Itu terjadi di sekitar halaman utama keraton.
Ketua Eksekutif LDA Keraton Surakarta, KPH Eddy Wirabhumi mengaku sempat kaget ada pemadaman setempat oleh orang-orang tertentu yang mengatakan kalau listrik yang bayar dirinya. Jadi jangan memakai listrik yang berlebihan.
"Itu halaman keraton sempat gelap dua hari, untungnya tidak sampai tiga hari karena hari ini sudah kita bayar. Itu kalau ke halaman utama ada pohon sawo kecik, sisi timur yang biasanya terang itu gelap gulita selama dua malam, tadi malam sama sebelumnya," terangnya saat ditemui, Selasa (3/3/2026).
"Itu bukan dimatikan oleh PLN tapi oknum-oknum yang merasa melakukan pembayaran di bulan Januari," lanjutnya.
Eddy mengatakan kalau tagihan listrik bulan Februari 2026 kemarin sudah dibayarkan ke PLN. Ini setelah berkoordinasi dengan KGPH Panembahan Agung Tedjowulan untuk masalah ini, akhirnya tagihan listrik di bulan Februari dilakukan pembayaran.
Seperti diketahui untuk bulan Januari 2026 sudah dibayarkan oleh pihak Susuhunan Pakubuwono Empat Belas.
"Kami kemarin rapat juga dengan Panembahan Agung Tedjowulan dan Gusti Moeng kemudian kita putuskan akan melakukan pembayaran untuk bulan Februari. Alhamdulillah, per pagi ini sudah kita bayarkan dan sudah selesai, hanya memang tersisa satu rekening yang belum," ungkap dia.
Eddy menyebut satu rekening itu berada di Sasana Narendra, memang lebih pas kalau yang membayar dari pihak Sasana Narendra sendiri.
"Jadi yang lain sudah kita bayarkan. Kalau yang rekening di Sasana Narendra belum," ujarnya.
Baca Juga: Kirim Surat ke BPK RI, Tedjowulan Minta Audit Dana Keraton Kasunanan Surakarta di Masa PB XIII
Eddy menjelaskan di keraton itu ada lima meteran atau bargainser, tapi empat bargainser sudah dibayarkan. Baingainser pertama itu meliputi Samarakata, Kamandungan, Lawang paten. Terus Sasana Putra, Keputren, Untorosono, Poliklinik, Keraton Kulon.
Kemudian baingainser kedua itu meliputi Museum Keraton, baingainser ketiga itu Sitihinggil Lor, sedangkan baingainser itu ada Dalem Ageng, Handrawina, Sasana Pustaka, Magangan.
"Jadi tersisa baingainser saja, itu ke arah Sasana Narendra tempat tinggal raja. Belum ada pemadam dari PLN," kata dia.
Eddy menyebut total pembayaran tagihan listrik untuk empat baingainser itu Rp 13,7 juta. Pihaknya sudah siap untuk membayar di bulan Maret jika memang pemerintah tidak bisa membayar.
"Ini totalnya Rp 13,7 juta, itu meliputi empat baingainser. Insya Allah kalau memang pemerintah masih belum bisa, kita siap membayar bulan Maret dan tidak ada masalah," jelasnya.
Pada prinsipnya, lanjut dia, bisa mengerti bahwa itu bagian dari proses kehati-hatian di dalam mengambil kebijakan oleh pemerintah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL
-
Burnout 2026 Siap Guncang Solo, Seringai hingga Lucky Draw 2 Motor Chopper
-
Ancam Buka Paksa Keraton Solo, Kubu PB XIV Purboyo Meradang: Kenapa Harus Pakai Kekerasan?
-
BBRI Kembali Dilirik JPMorgan, Valuasi Murah dan Dividen Tinggi Jadi Andalan