- KGPH Panembahan Agung Tedjowulan adalah penerima dana hibah Keraton Kasunanan Surakarta periode 2018-2025.
- Dana hibah total Rp 1,6 miliar per tahun disalurkan melalui rekening pribadi PB XIII sejak 2017-2025.
- Pihak keraton mendukung audit BPK namun meminta cakupan audit meliputi seluruh tahun, bukan hanya 2018-2025.
SuaraSurakarta.id - Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Panembahan Agung Tedjowulan disebut juga sebagai salah satu penerima dana hibah Keraton Kasunanan Surakarta periode 2018-2025.
"Kalau Gusti Tedjo meminta audit 2018-2025, Gusti Tedjo juga salah penerima dana hibah itu. Makanya kalau nanti Gusti Tedjo lupa, bisa hubungi saya, bisa saya kirimi foto dan kwitansi waktu beliau menerima dana tersebut," terang Juru Bicara PB XIV Purboyo, KPA Singonagoro, Kamis (26/2/2026).
Singonagoro menjelaskan gaji diserahkan setiap tahun di Sasana Narendra. Beliau datang langsung ke keraton untuk mengambil gaji tersebut.
"Jadi Gusti Tedjo setiap bulan haknya selalu diberikan. Cuma pemberiannya itu beliau datang ke sini satu tahun sekali hanya untuk menerima dana itu," ungkap dia.
Total dana hibah yang diterima Keraton Surakarta itu sebesar Rp 1,6 miliar per tahunnya. Itu semuanya diberikan dalam hibah fisik.
Singonagoro mengatakan bahwa sejak 2017-2025 itu, pemerintah telah menyalurkan dana hibah melalui rekening pribadi PB XIII.
"Pembuatan rekening tersebut sudah disetujui dan disaksikan sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng dan Ahmad Luthfi saat menjabat Kapolda Jateng," paparnya.
"Dana itu disalurkan buat gaji PB XIII, para pengageng dan abdi dalem," lanjut dia.
Singonagoro menduga ada kepentingan terkait permintaan audit keuangan keraton periode 2018-2025.
Baca Juga: Geger Keraton Solo: Gusti Moeng Ancam Usir Kubu PB XIV Purboyo, Ini Alasannya!
"Kami menduga ini adanya kepentingan yang dimasukan di dalam keraton ini terkait khususnya dorongan audit. Karena kita tahu audit yang diminta oleh mereka itu hanya di tahun 2018-2025, kalau ingin fair monggo kita audit semuanya jangan hanya menuduh seolah-olah dari pihak kami itu menerima puluhan miliar, padahal faktanya tidak seperti itu," tandanya.
PB XIV Purboyo menambahkan siap dan akan terbuka jika memang pemerintah dalam hal ini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) akan melakukan audit keuangan keraton.
"Pada dasarnya kami untuk terkait dengan audit sangat mendukung. Kami akan sangat terbuka," sambungnya.
Singonagoro minta agar audit tidak hanya dilakukan pada periode 2018-2025 tapi semuanya harus diaudit. Termasuk di tahun-tahun sebelumnya.
"Kami kebetulan juga sudah menerima banyak data terkait, ini juga sedang kami kumpulkan terkait dengan data-data dana yang masuk ke Keraton Surakarta. Kami berharap audit tidak hanya 2018-2025 saja tapi juga di tahun-tahun sebelumnya itu tolong juga diaudit, termasuk ketepatan pemberian kalau itu untuk Keraton Surakarta diberikan kepada ormas atau lembaga-lembaga yang mengatasnamakan keraton kira-kira kesesuaian dan ketetapannya itu bagaimana," pungkas dia.
Kontributor : Ari Welianto
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Persis Solo Tunggak Sewa Stadion Manahan Rp 3,21 Miliar, BRM Kusumo Putro: Ini Memalukan!
-
Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum
-
Wali Kota Solo Minta Persis Segera Lunasi Tunggakan Sebesar Rp3,21 Miliar
-
Hasil Porprov Jateng 2026: Tumbang dari Semarang, Tim Softball Solo Sabet Medali Perak
-
Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi