- Ketua LDA, Gusti Moeng, mengancam kubu PB XIV Purboyo akan diusir jika melanggar aturan keraton.
- Pengusiran akan dilakukan oleh komunitas keraton yaitu sentana dan abdi dalem berdasarkan aturan.
- GKR Timoer Rumbai menanggapi santai dan mempertanyakan legitimasi pernyataan Gusti Moeng tersebut.
SuaraSurakarta.id - Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) GKR Koes Moertiyah Wandansari (Gusti Moeng) menyebut kubu Paku Buwono (PB) XIV Purboyo bisa saja diusir dari Keraton Kasunanan Surakarta.
Itu dilakukan jika tetap ngeyel, buat masalah yang bertentangan dengan aturan atau paugeran yang ada di keraton.
"Kalau malah bikin masalah, bikin aturan sendiri, itu berati sudah rusak tatanan. Itu bisa diusir," terangnya, Selasa (10/2/2026).
Gusti Moeng menegaskan itu yang mengusir dari komunitas yang ada di keraton. Itu sentana dan abdi dalem.
"Itu yang mengusir siapa? Ya komunitas kita yakni sentana dan abdi dalemnya. Manusia biasa saja, masyarakat biasa saja di satu wilayah di satu RT kalau tidak mengikuti aturan kehidupan di dalam lingkungannya itu bisa diusir. Apalagi ini di keraton," papar dia.
Gusti Moeng meminta jangan main-main dengan bertindak semaunya sendiri. Bahkan melanggar aturan-aturan yang ada di keraton.
"Jadi jangan main-main dengan bertindak semaunya sendiri tanpa ada kesepakatan dan tidak memenuhi aturan yang sudah ada," katanya.
Menurutnya hanya ini yang masih bisa dipegangi Keraton Surakarta untuk bisa tetap lestari dan selanjutnya.
"Kalau hari ini kita rusak, ya sudah. Dan itu tugas saya sebagai ketua LDA, yang sudah dipercaya para sentono dalem trah Dinasti Mataram dari PB 1-PB XII dan seterusnya. Itu bisa mengembalikan seluruh apa yang menjadi tugas dan kewajiban dalam keraton," ungkap dia.
Baca Juga: Dana Hibah Keraton Solo Masih Ditahan Wali Kota, DPRD: Masyarakat Berhak Audit!
Sementara itu putri dalam PB XIII, GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani bersikap santai adanya statemen tersebut.
"Sebenarnya sudah agak males menanggapi orang yang seperti ini. Kami sih santai saja, karena apa, karena beliau berbicara sebagai apa. Kalau bicara sebagai sasana wilapa atau LDA, kalau sasana wilapa itu apa, kalau LDA juga itu seperti apa, bahwa LDA itu kan sudah dibekukan," jelasnya.
Gusti Timoer sangat menyayangkan adanya statemen itu. Kalau beliau bicara sebagai seperti ketetapan SK kemendikbud, itu jelas sangat disayangkan.
"Karena kalau ini dilakukan, berati ada penyalahgunaan seperti dugaan saya dulu. Kalau berdasarkan paugeran, siapa yang tidak menjalankan paugeran, karena saya sebagai anak tertua PB XIII menjalankan titah raja, menjalankan amanah bapak saya sebagai PB XIII, yang mana titah itu ada di tahun 2012," kata dia.
Kalau sekarang dibilang tidak menjalankan paugeran, lanjut dia, sebenarnya di sini siapa yang tidak menjalankan. Kalau beliaunya sebagai kerabat atau sentono yang tahu aturan adat, terus ada titah raja seperti ini dan malah mengangkat yang lain daripada titah raja itu.
"Nah, itu yang mencederai adat siapa," tandasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Morinaga Soya Lanjutkan Soyalympic ke Yogyakarta dan Solo, Ajak Anak Berani Bereksplorasi
-
Isak Tangis Iringi Kepulangan Guntur, ABK Kapal Virgo Transport 8 yang Ditemukan di Dalam Kamar
-
Kenal Bulutangkis Sejak Usia 1,5 Tahun, Ini Perjalanan Peraih Emas Asian Games Leo Rolly Asal Klaten
-
BRI Peduli Wujudkan Harapan Murid Ini, Tak Lagi Terhalang Banjir Rob Saat ke Sekolah
-
Pengurus Cabang ORADO Kota Surakarta Dikukuhkan, Siap 'Memintarkan Indonesia' Lewat Olahraga Domino