- Pemkot Solo terancam krisis 400 tenaga pendidik pada tahun 2027 akibat gelombang pensiun massal dan pembatasan guru non-ASN.
- Kepala Disdik Solo menyatakan akan tetap mempertahankan guru non-ASN jika pemerintah pusat gagal menyediakan formasi guru pengganti.
- Kekosongan guru yang terjadi mengancam hak belajar siswa di ratusan kelas SD dan SMP di wilayah Kota Solo.
SuaraSurakarta.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tengah menghadapi bom waktu krisis tenaga pendidik yang serius. Tahun 2027, kota ini terancam mengalami kekosongan guru besar-besaran, dengan total kebutuhan mencapai sekitar 400 orang.
Krisis ini dipicu oleh dua faktor utama yang terjadi bersamaan di tahun 2026. Pertama, gelombang pensiun massal sekitar 250 guru ASN. Kedua, nasib 154 guru non-ASN (P3K paruh waktu dan eks TKPK) yang terancam tidak bisa lagi mengajar akibat Surat Edaran (SE) Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026 yang membatasi penugasan mereka.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo, Dwi Ariyatno, tidak dapat menyembunyikan kekhawatiran dan frustrasinya atas kebijakan pusat yang dinilai tidak berpijak pada realitas lapangan.
"Kalau nanti 154 guru non ASN tersebut tidak terisi atau tidak boleh diteruskan, ditambah 250 guru ASN pensiun, berarti ada sekitar 400 guru di Kota Solo yang harus disiapkan untuk mengganti. Itu kira-kira pemerintah sanggup nggak?" ungkap Dwi dengan nada retoris, Rabu (13/5/2026).
Siap Pertahankan Guru Non-ASN Demi Siswa
Dwi memberikan ultimatum tegas kepada pemerintah pusat. Jika pusat tidak mampu menyediakan formasi guru ASN (PNS atau P3K penuh) untuk mengisi kekosongan masif tersebut, Pemkot Solo tidak akan tinggal diam. Demi memastikan hak belajar siswa tetap terpenuhi, Disdik Solo siap mengambil langkah "melawan" arus kebijakan dengan tetap mempertahankan guru non-ASN yang ada.
"Saya minta konsekuensi pemerintah pusat untuk mengisi adanya kekosongan itu. Kalau tidak mampu... kami tetap bertahan tahun depan daripada sekolah kami kosong, tidak ada yang ngajar, murid tidak dapat hak belajarnya. Ya tetap guru non ASN saya pertahankan," paparnya tegas.
Kebijakan Pusat Dinilai Tak Paham Kondisi Daerah
Dwi menyayangkan kebijakan dari pusat yang dinilai dibuat oleh "orang-orang pintar" namun tidak memahami kebutuhan riil di daerah.
Baca Juga: Sukses Digelar, POPDA Basket Kota Solo Tingkatkan Kualitas Kompetisi
"Iya, orang-orang pintar di pusat yang membuat kebijakan tidak tahu kalau di daerah itu butuh guru non ASN. Ini untuk bisa menjalankan fungsi layanannya, gitu ya nggak dipikir," tandasnya.
Sebagai langkah darurat mengatasi kekosongan Januari-Juni 2026, Disdik Solo telah menggunakan skema magang bagi lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) UNS. Namun, ini hanyalah solusi sementara.
Tanpa adanya pengangkatan guru baru secara besar-besaran oleh pusat, Solo berada di ambang krisis pendidikan di mana ratusan kelas di SD dan SMP terancam kehilangan pengajarnya.
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Keren! Warga Nguter Sukoharjo Buat Replika Menara Eiffel Setinggi 23 Meter dari Ratusan Bambu
-
Transformasi Digital BRI Bersama Danantara, BRImo Layani 49,7 Juta Pengguna
-
Sosok Mantan Napiter Bom Bali 1 Jack Harun, Sekarang Dikenal Sebagai Akademisi Bergelar Magister
-
Jokowi akan Hadir di Sidang Tahunan MPR RI dan Upacara HUT RI ke-81, Sudah Siapkan Baju Adat
-
Jokowi Tantang dr Tifa, Kalau Yakin 100 Persen Ijazahnya Palsu: Buktikan di Persidangan!