Budi Arista Romadhoni
Rabu, 25 Februari 2026 | 09:04 WIB
Kondisi dan suasana Museum Keraton Surakarta usai dibuka kembali. (Suara.com/Ari Welianto)
Baca 10 detik
  • Museum Keraton Kasunanan Surakarta dibuka kembali setelah revitalisasi, meski pengunjung belum terlalu ramai.
  • Revitalisasi baru mencapai 20 persen, menampakkan perbedaan signifikan pada area barat yang modern versus timur yang belum terawat.
  • Pengelola berharap suasana baru museum menarik wisatawan lokal dan asing, khususnya saat libur Lebaran nanti.

SuaraSurakarta.id - Museum Keraton Kasunanan Surakarta resmi kembali dibuka usai direvitalisasi dan kasus penggembokan.

Suasana masih belum begitu ramai, hanya ada beberapa pengunjung yang datang melihat koleksi museum keraton. Semua bagian dibuka tidak ada batasan bagi pengunjung termasuk sampai di pelataran dalem keraton.

Meski demikian, kondisi museum belum semua direvitalisasi oleh Kementerian Kebudayaan (Kemenbud). Karena yang direvitalisasi di bagian sebelah barat, sedangkan sebelah timur.

Perbedaan pun tampak lebih jelas. Bagian yang sudah direvitalisasi ruangan lebih bersih, tata pamer lebih modern, apalagi ada TV LED untuk menceritakan sejarah, pencahayaan lebih bagus, pintu masuk ruang pameran otomatis hingga lebih enak dilihat. 

Sedangkan yang belum tersentuh revitalisasi, kurang terpelihara, tampak berdebu, kurang menarik dilihat, cat sudah tampak usang hingga ruangan agak gelap. 

Pantauan di lapangan, tampak ada perbaikan di bagian sebelah timur. Di mana para pekerja tampak mengupas cat lama, karena memang akan dicat ulang lagi.

Informasinya revitalisasi museum keraton baru berjalan sekitar 20 persen. Rencana tahun ini akan dilanjutkan revitalisasi di museum.

"Belum semua museum keraton ini direvitalisasi. Baru sekitar 20 persen bagian yang direvitalisasi," ujar Kerabat Keraton Kasunanan Surakarta, KPH Eddy Wirabhumi saat ditemui di museum, Selasa (24/2/2026).

Eddy menyebut bagian atau ruangan yang sudah direvitalisasi hasilnya sangat luar biasa. Bahkan sangat menarik bagi pengunjung yang ingin melihat koleksi-koleksi yang ada di museum.

Baca Juga: Jadwal Azan Magrib Waktu Buka Puasa di Surakara Hari Ini 21 Februari 2026

"Ini sangat luar biasa dan menarik. Tentu ini akan menjadi alternatif kunjungan bagi wisatawan yang sedang ke Jawa Tengah, ke Kota Surakarta," ungkap dia.

Pihaknya juga melakukan pembenahan di bagian atap dengan mengecat ulang atau plafon dan ini sudah berlangsung 60 persen. 

Karena sangat kontras sekali perbedaan antara yang sudah direvitalisasi dengan yang belum.

"Karena jeglek banget antara yang sudah bersih dengan yang belum," imbuhnya.

Eddy mengaku siap Museum Keraton menyambut wisatawan saat libur lebaran nanti. Di mana dengan suasana yang baru ini bisa menarik wisatawan.

"Mudah-mudahan dengan suasana baru ini bisa berimbas, karena makin dingin, nyaman. Apalagi dengan penataan koleksi-koleksi yang menarik," kata dia.

Menurutnya museum ini tersimpan koleksi-koleksi milik keraton yang sudah usia puluhan hingga ratusan tahun. Koleksi-koleksi yang ada ini bisa sebagai edukasi bagi pelajar dan mahasiswa.

"Tentu di dalam sini tersimpan daya tarik untuk mengedukasi terutama bagi pelajar maupun mahasiswa," sambungnya.

Sementara itu salah satu pengunjung, Heri Harjianto mengaku sangat bagus sekali. Nilai historisnya sangat tinggi. 

"Kesannya bagus sekali, itupun kita belum mengeksplor selengkap ini. Ternyata peninggalannya nilai historisnya tinggi sekali," tandas warga Klaten ini.

"Kebetulan saya bergerak di usaha kayu. Koleksi yang di sini dari katu jati tidak bisa diganti, jadi nilai historisnya harus dijaga. Ini baru pertama masuk ke sini," pungkas dia.

Kontributor : Ari Welianto

Load More