Budi Arista Romadhoni
Selasa, 24 Februari 2026 | 09:44 WIB
Ilustrasi buku ramadhan. [Dok Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Jurnal Ramadhan berfungsi sebagai evaluasi ibadah dan pembiasaan karakter baik siswa selama bulan suci.
  • Siswa wajib mengisi data diri, mengevaluasi Ramadhan tahun lalu, serta menetapkan target perbuatan baik.
  • Pengisian jurnal monitoring harian dan laporan ibadah sangat penting untuk penilaian dan berpeluang sertifikat.

SuaraSurakarta.id - Bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah menjadi momen penting bagi siswa untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus pembiasaan karakter baik. Salah satu media yang digunakan adalah jurnal Ramadhan. Melalui panduan resmi, siswa didorong mencatat aktivitas ibadah harian secara tertata dengan pendampingan orang tua.

Agar tidak bingung, berikut rangkuman cara mengisi buku Ramadhan yang disusun dalam format news listicle berdasarkan panduan terbaru.

1. Pahami Tujuan Jurnal Ramadhan Sejak Awal

Langkah pertama dalam cara mengisi buku Ramadhan adalah memahami fungsi jurnal itu sendiri. Jurnal Ramadhan dirancang sebagai “teman setia” siswa selama bulan puasa agar ibadah lebih terarah dan penuh semangat.

Dalam panduan disebutkan, orang tua diharapkan mendampingi anak menulis progres terbaik setiap hari. Dengan begitu, jurnal tidak sekadar diisi, tetapi benar-benar menjadi alat evaluasi ibadah.

Pendampingan ini penting terutama bagi siswa sekolah dasar agar mereka memahami makna setiap aktivitas yang dicatat.

2. Isi Data Diri dengan Lengkap dan Benar

Tahapan berikutnya dalam cara mengisi buku Ramadhan adalah melengkapi halaman data diri. Siswa diminta menuliskan:

Nama lengkap
Kelas
Tempat dan tanggal lahir
Alamat

Baca Juga: Waktu Buka Puasa di Surakarta Hari Ini 20 Februari 2026: Cek Jadwal Magrib dan Doa Lengkap

Meski terlihat sederhana, pengisian identitas harus teliti karena jurnal akan menjadi dokumen penilaian. Orang tua disarankan mengecek ulang agar tidak ada kesalahan penulisan.

3. Evaluasi Ramadhan Tahun Lalu Sebelum Menetapkan Target

Bagian penting yang sering terlewat dalam cara mengisi buku Ramadhan adalah evaluasi diri. Panduan menekankan siswa perlu meninjau kembali pelaksanaan ibadah pada Ramadhan sebelumnya.

Beberapa hal yang bisa dievaluasi antara lain:

  • Konsistensi puasa
  • Ketepatan waktu salat
  • Kebiasaan membaca Al-Qur’an
  • Perilaku sehari-hari

Setelah evaluasi selesai, barulah siswa menuliskan target Ramadhan tahun ini. Pendekatan ini bertujuan agar target lebih realistis dan terukur.

4. Lengkapi “Pohon Perbuatan Baik” dengan Rencana Nyata

Pada halaman berikutnya, siswa diminta mengisi pohon amal. Ini merupakan bagian menarik dalam cara mengisi buku Ramadhan karena anak diajak merencanakan kebaikan yang ingin dilakukan.

Contoh perbuatan baik yang bisa ditulis:

  • Rajin salat lima waktu
  • Membantu orang tua
  • Bersedekah
  • Membaca Al-Qur’an setiap hari

Panduan menekankan orang tua perlu memberi masukan agar target kebaikan sesuai kemampuan anak dan bisa benar-benar diamalkan.

5. Catat Perbuatan yang Perlu Diperbaiki

Tidak hanya kebaikan, jurnal juga memuat kolom evaluasi kebiasaan kurang baik. Dalam cara mengisi buku Ramadhan, siswa diminta jujur menuliskan kekurangan selama berpuasa.

Contoh yang disebutkan dalam panduan antara lain:

  • Bangun kesiangan hingga terlambat salat Subuh
  • Puasa hanya setengah hari
  • Kurang disiplin ibadah

Tujuan bagian ini bukan untuk menghukum, melainkan sebagai bahan introspeksi agar anak bisa memperbaiki diri di hari berikutnya.

6. Kerjakan Aktivitas Materi Ramadhan Secara Bertahap

Jurnal Ramadhan tidak hanya berisi monitoring, tetapi juga materi edukasi. Dalam cara mengisi buku Ramadhan, siswa diminta membaca dan mengerjakan beberapa aktivitas, seperti:

  • Materi tentang hilal
  • Kisah seputar puasa
  • Penjelasan benang putih dan benang hitam
  • Teka-teki 12 bulan Hijriah
  • Materi sahur, zakat fitrah, hingga Lailatul Qadr

Setiap aktivitas harus dikerjakan dengan mengacu pada bacaan sebelumnya. Orang tua dianjurkan mendampingi agar anak benar-benar memahami isi materi.

7. Isi Monitoring Harian dan Lengkapi Laporan Ibadah

Bagian paling krusial dalam cara mengisi buku Ramadhan adalah jurnal monitoring harian. Siswa harus mengarsir ikon hati sesuai aktivitas ibadah yang dilakukan setiap hari.

Beberapa poin penting:

  • Jurnal harus terisi penuh karena menjadi syarat penilaian
  • Salat Duha untuk kelas 1–2 bersifat sunnah, sedangkan kelas 3–6 menjadi pembiasaan wajib
  • Tadarus boleh menyesuaikan kemampuan (tilawati bagi yang belum Al-Qur’an)
  • Murajaah diisi sesuai hafalan tiap kelas

Selain itu, siswa juga harus:

  • Menghitung total hati yang diarsir
  • Mengisi tabel/diagram
  • Melengkapi laporan salat Tarawih (tanggal, masjid, tanda tangan imam)
  • Menempel foto kegiatan Ramadhan

Jika seluruh jurnal terisi dan divalidasi wali kelas, siswa berpeluang memperoleh sertifikat anak saleh/salihah.

Mengisi jurnal bukan sekadar tugas administratif. Dengan memahami cara mengisi buku Ramadhan yang benar, siswa dapat belajar disiplin, jujur, dan bertanggung jawab terhadap ibadahnya.

Peran orang tua sangat menentukan keberhasilan program ini. Pendampingan yang konsisten akan membantu anak menjadikan Ramadhan sebagai momentum pembentukan karakter, bukan hanya rutinitas tahunan.

Dengan jurnal yang terisi rapi dan penuh makna, harapannya semangat kebaikan selama Ramadhan bisa terus terbawa hingga bulan-bulan berikutnya.

Kontributor : Dinar Oktarini

Load More