- Jurnal Ramadhan berfungsi sebagai evaluasi ibadah dan pembiasaan karakter baik siswa selama bulan suci.
- Siswa wajib mengisi data diri, mengevaluasi Ramadhan tahun lalu, serta menetapkan target perbuatan baik.
- Pengisian jurnal monitoring harian dan laporan ibadah sangat penting untuk penilaian dan berpeluang sertifikat.
Pada halaman berikutnya, siswa diminta mengisi pohon amal. Ini merupakan bagian menarik dalam cara mengisi buku Ramadhan karena anak diajak merencanakan kebaikan yang ingin dilakukan.
Contoh perbuatan baik yang bisa ditulis:
- Rajin salat lima waktu
- Membantu orang tua
- Bersedekah
- Membaca Al-Qur’an setiap hari
Panduan menekankan orang tua perlu memberi masukan agar target kebaikan sesuai kemampuan anak dan bisa benar-benar diamalkan.
5. Catat Perbuatan yang Perlu Diperbaiki
Tidak hanya kebaikan, jurnal juga memuat kolom evaluasi kebiasaan kurang baik. Dalam cara mengisi buku Ramadhan, siswa diminta jujur menuliskan kekurangan selama berpuasa.
Contoh yang disebutkan dalam panduan antara lain:
- Bangun kesiangan hingga terlambat salat Subuh
- Puasa hanya setengah hari
- Kurang disiplin ibadah
Tujuan bagian ini bukan untuk menghukum, melainkan sebagai bahan introspeksi agar anak bisa memperbaiki diri di hari berikutnya.
6. Kerjakan Aktivitas Materi Ramadhan Secara Bertahap
Jurnal Ramadhan tidak hanya berisi monitoring, tetapi juga materi edukasi. Dalam cara mengisi buku Ramadhan, siswa diminta membaca dan mengerjakan beberapa aktivitas, seperti:
Baca Juga: Waktu Buka Puasa di Surakarta Hari Ini 20 Februari 2026: Cek Jadwal Magrib dan Doa Lengkap
- Materi tentang hilal
- Kisah seputar puasa
- Penjelasan benang putih dan benang hitam
- Teka-teki 12 bulan Hijriah
- Materi sahur, zakat fitrah, hingga Lailatul Qadr
Setiap aktivitas harus dikerjakan dengan mengacu pada bacaan sebelumnya. Orang tua dianjurkan mendampingi agar anak benar-benar memahami isi materi.
7. Isi Monitoring Harian dan Lengkapi Laporan Ibadah
Bagian paling krusial dalam cara mengisi buku Ramadhan adalah jurnal monitoring harian. Siswa harus mengarsir ikon hati sesuai aktivitas ibadah yang dilakukan setiap hari.
Beberapa poin penting:
- Jurnal harus terisi penuh karena menjadi syarat penilaian
- Salat Duha untuk kelas 1–2 bersifat sunnah, sedangkan kelas 3–6 menjadi pembiasaan wajib
- Tadarus boleh menyesuaikan kemampuan (tilawati bagi yang belum Al-Qur’an)
- Murajaah diisi sesuai hafalan tiap kelas
Selain itu, siswa juga harus:
- Menghitung total hati yang diarsir
- Mengisi tabel/diagram
- Melengkapi laporan salat Tarawih (tanggal, masjid, tanda tangan imam)
- Menempel foto kegiatan Ramadhan
Jika seluruh jurnal terisi dan divalidasi wali kelas, siswa berpeluang memperoleh sertifikat anak saleh/salihah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Jokowi Respons Santai Mic Bocor Dasco: Saya Pilih Hidup Sehat, Daripada Hidup Jokowi!
-
Jokowi Diajak Main Film Kolosal Dayak oleh Panglima Jilah, Bakal Latihan Akting Dulu?
-
Jokowi Siap Keliling Indonesia, Ini Daerah yang akan Dikunjungi Pertama
-
Tayang Serentak 25 Juni, Film Drama Keluarga 'Jangan Buang Ibu' Sambangi Kota Solo
-
Ada Charly Van Houten! CFD Gatsu Ngarsopuro Solo Pecah Dipadati Ribuan Anak Muda