SuaraSurakarta.id - Kendaraan berat atau ODOL (Over Dimension Over Load) kini tidak bisa lagi nekat melintas di Underpass Makamhaji, Sukoharjo.
Karena portal pembatasan tinggi kendaraan setinggi 4 meter dan lebar 8 meter sudah dipasang di Underpass Makamhaji.
"Pemasangan portal ini untuk mencegah kendaraan ODOL lewat underpass. Portal tersebut tingginya 8 meter dan lebar 4 meter," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo, Toni Sri Buntoro kepada Suarasurakarta.id, Rabu (30/3/2022).
Menurutnya, memang setelah perbaikan underpass selesai kendaraan dengan Jumlah Berat Bruto (JBB) 8.500 kilogram ke atas tidak boleh lagi melintas.
Ini sebagai upaya untuk menjaga jalan atau drainase di underpass rusak. Karena selama ini kerusakan jalan underpass disebabkan kendaraan berat yang melintas.
"Setelah perbaikan selesai, kami larang kendaraan berat lewat underpass. Sosialisasi sudah kami dilakukan dengan pemasangan spanduk larangan," ungkap dia.
Sebelum dipasang portal, masih ditemui kendaraan dengan JBB 8.500 ke atas yang nekat melintas di Underpass. Padahal dibeberapa titik sudah terpasang larangan agar kendaraan berat tidak melintas di underpass.
"Larangan ini untuk mengantisipasi kerusakan kontruksi secara keseluruhan di underpass. Kalau ketinggian akan mengenai batas karena di atas dilalui kereta api, jadi JBB ini dibatasi hubungannya dengan landasan jalan yang kelas tiga jangan sampai sering rusak," paparnya.
Sementara itu Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan mengatakan tidak akan segan-segan untuk menindak dengan cara menilang kepada ODOL yang nekat melintas.
Baca Juga: Sering Rusak dan Bikin Celaka Warga, Underpass Makamhaji Sukoharjo Akan Ditutup Selama 2 Minggu
"Imbauan dan penindakan sudah kita laksanakan bagi pelanggar ODOL yang melintasi underpass," sambung dia.
Kapolres menjelaskan, kendaraan yang melanggar ketentuan mengenai tata cara pemuatan, daya angkut, dimensi Kendaraan, dan kelas jalan akan ditindak. Ini sudah diatur dalam undang-undang lalu lintas dan angkutan jalan.
Ditambahkannya, jika aturan tersebut tertuang dalam pasal 277 Undang-undang Lalu Lintas No. 22 tahun 2009, dan pasal 307 Undang-undang No. 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, yaitu Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor Angkutan Umum Barang yang tidak mematuhi ketentuan mengenai tata cara pemuatan, daya angkut, dimensi kendaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 169 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.
"Sudah ada enam kendaraan ODOL yang ditindak dalan satu minggu ini. Karena mereka nekat melintas Underpass Makamhaji," tandasnya.
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi
-
Undangan Sudah Diterima, Jokowi dan Ajudan Tegaskan Bakal Hadir Jadi Saksi di Sidang Roy Suryo
-
Tutup Jalan Slamet Riyadi, Aliansi Mahasiswa Soloraya Teriakkan 'Prabowo-Gibran Penuh Kegagalan!'
-
Refleksi 100 Tahun Sumpah Pemuda, GSI Kumpulkan Ratusan Anak Muda Lintas Organisasi di Kota Solo
-
Demo di Rumah Jokowi, Massa Bawa Spanduk Gibran 'Anak Haram Konstitusi' Tuntut Mundur dari Wapres