Tradisi Padusan di Desa Sidowayah Klaten, Warga Gelar Kirab Gunungan dan Ambil Air Suci di Umbul Kemanten

Warga Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten mengikuti tradisi budaya luhur padusan menjelang datangnya bulan Ramadhan, Jumat (8/3/2024)

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 08 Maret 2024 | 17:28 WIB
Tradisi Padusan di Desa Sidowayah Klaten, Warga Gelar Kirab Gunungan dan Ambil Air Suci di Umbul Kemanten
Prosesi padusan di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. [Suara.com/Ari Welianto]

SuaraSurakarta.id - Warga Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten mengikuti tradisi budaya luhur padusan menjelang datangnya bulan Ramadhan, Jumat (8/3/2024).

Prosesi padusan dimulai dengan kirab dua gunungan dari Umbul Siblarak menuju Umbul Kemanten yang dipimpin oleh Kepala Desa (Kades) Sidowayah, Mujahid Jaryanto. Dua gunungan tersebut berisi dari hasil bumi yang berupa sayur-sayuran dan buah-buahan.

Tiba di Umbul Kemanten dilakukan prosesi pembacaan doa, kemudian prosesi pengambilan air dari sumber mata air Umbul Kemanten yang dimasukan 17 kendi berukuran kecil.

Setelah itu air yang diambil dari Umbul Kemanten dipakai untuk menyirami tamanan buat kesuburan.

Baca Juga:Unik! Mantan Kades hingga Tokoh Masyarakat Jadi Nama Jalan di Desa Sidowayah Klaten, Dimulai Sejak 1933

"Kegiatan ini sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT, yang sudah menganugerahi mata air Umbul Kemanten," ujar Kades Sidowayah Mujahid Jaryanto saat ditemui, Jumat (8/4/2024).

Mujahid menjelaskan untuk prosesinya itu dari awal kirab dua gunungan yang berisi hasil bumi dari Umbul Siblarak menuju Umbul Kemanten. 

Setelah sampai lalu mengambil air dari Umbul Kemanten yang dimasukan ke dalam 17 kendi. Kemudian dikemudian dikumpulkan ke pendopo dan dipakai buat penghijauan terlebih dahulu didoakan.

Setelah prosesi doa terus ada syukuran kecil-kecilan dalam bentuk bancakan.

"Tiga hari sebelum diambil itu sumber Umbul Kemanten kita sterilkan tidak boleh dijamah. Saat pengambilan air pun dari atas, jadi kaki tidak menginjak air suci," ungkap dia.

Baca Juga:Jadwal Babak 12 Besar Liga 3 Jateng: Tiga Wakil Soloraya Bertanding Lur!

Konon, air dalam kendi yang diambil dari  umbul kemanten membuat tanaman menjadi subur.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini