Atas kontribusinya itu Gusti Nurul mendapat penghargaan Bintang Budaya Parama Dharma dari Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1999, penghargaan Lifetime Achievement Award dari Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) pada tahun 2006 dan penghargaan Maestro Tari Indonesia dari Yayasan Pedalangan Indonesia pada tahun 2011.
Dengan kecantikan dan prestasi yang dimiliki membuat Presiden Soekarno tertarik dan ingin meminang Putri Gusti Nurul menjadi istri muda.
Tidak hanya itu, Sultan Hamengkubuwono IX, Sutan Syahrir, terpikat dengan kecantikannya.
Namun Putri Gusti Nurul menolak cinta Soekarno, karena dirinya tidak mau dipoligami. Begitu juga sosok pria lainnya.
Baca Juga:Cerita KGPAA Bhre Cakrahutomo: Adipati Mangkunegaran Pertama yang Terima Trofi Piala Dunia
Dirinya justru menerima cinta Kolonel Soerjo Soejarso yang merupakan sepupunya sendiri untuk kemudian menikah pada 24 Maret 1951, dan dikaruniai 7 orang anak.
Gusti Nurul meninggal dunia pada tanggal 10 November 2015 di Bandung, Jawa Barat. Dia meninggalkan warisan seni tari yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia.
Gusti Nurul merupakan sosok yang inspiratif bagi banyak orang dan menunjukkan bahwa wanita Jawa juga bisa meraih kesuksesan dalam bidang seni dan budaya.