SuaraSurakarta.id - Satreskrim Polresta Solo berhasil membongkar kasus suami jual istri.
Seorang suami yang dari Gunung Kidul, Yogyakarta berinisial YF (30) secara tega menjual istrinya berinisial PP (28) lewat media sosial (medsos) dengan nama wild wife.
YF, bukan sekali saja menjual istrinya tapi sebanyak 10 kali dalam satu tahun. Tarif yang dipasang pun bervariasi antara Rp 600 ribu hingga Rp 1,2 juta.
Bahkan pada aksinya saat istrinya bersama konsumen, YF menunggu dalam satu kamar. Ia pun tahu dan melihat secara langsung apa yang dilakukan istrinya saat bersama laki-laki lain.
Baca Juga:Polresta Solo Tunggu Arahan Pimpinan Polri Terkait Aturan SIM
Bahkan YF, sampai mengelus-elus istrinya saat itu istrinya dan pelanggan sedang melakukan hubungan intim. Jadi YF, tidak hanya mengantar istrinya ke pelanggan tapi juga berada dalam satu kamar.
Hasil pengakuan tersangka melayani hubungan bertiga atau berempat sekaligus.
"Kurang lebih satu tahun (menjalani profesi ini)," ujar YF, saat dihadirkan pada jumpa pers di Polresta Solo, Jumat (7/7/2023).
Ia mengaku sudah sebanyak 10 kali melakukan transaksi istrinya ke pelanggan. Untuk tarif yang dikenakan berbeda-beda mulai Rp 600 ribu sampai Rp 1 juta, pertimbangannya itu jarak tempuh.
"Kurang lebih 10 kali. Saya tawarkan melalui medsos, transaksi yang dilakukan cash kadang transfer, pembayarannya itu sesudah," katanya.
Baca Juga:Empat Pelaku Pencuri Kotak Amal Masjid Nurul Huda Manahan Dibebaskan, Alasannya Bikin Trenyuh
Untuk tempat ditentukan sama pelanggan, termasuk menyiapkan tempatnya. Saat kejadian, dirinya menunggu di dalam.
"Selain di Solo, di Yogyakarta. (Kenapa sampai Solo?), karena dapat pelanggan dari Solo dan satu kali," ungkap dia.
Ia tega melakukan tindakan menjual istri karena khilaf. Tindakan yang dilakukan ini atas sepengetahuan istri dan kesepakatan bersama.
"Khilaf. Yang dikatakan ke istri buat mencari nafkah, kesepakatan bersama," sambungnya.
YF, mengaku bekerja di bengkel dan istri sebagai pelayan di restoran. Meski sama-sama bekerja, ia mengaku masih banyak kekurangan.
"Anak satu, usia empat tahun. Karena banyak kekurangan," ucap dia.