facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kasus Covid-19 Merebak di Sekolah, Gibran Tegaskan PTM Jalan Terus

Ronald Seger Prabowo Rabu, 02 Februari 2022 | 15:06 WIB

Kasus Covid-19 Merebak di Sekolah, Gibran Tegaskan PTM Jalan Terus
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan istri Selvi Ananda. [Suara.com/Ari Welianto]

Gibran masih akan koordinasi dengan dinas terkait, apakah PTM akan kembali 50 persen atau tidak.

SuaraSurakarta.id - Kasus Covid-19 dari klaster Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Solo terus merebak dan dan meningkat.

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka pun dengan tegas PTM terus digelar. Hanya di sekolah yang ditemukan kasus saja PTM dihentikan sementara.

"PTM lanjut terus saja. Kecuali yang sudah menjadi klaster, PTM dihentikan sementara dan digantikan PJJ," tegas Gibran, Rabu (2/2/2022).

Putra sulung Presiden Jokowi ini minta agar masyarakat tenang dan tidak perlu khawatir. Karena kebanyakan yang di sekolah itu orang tanpa gejala (OTG), jadi sembuhnya cepat.

Baca Juga: Menteri Nadiem Sudah Diingatkan Tapi Malah Dilempar ke Pemda, Ujungnya DPR Minta Jokowi Evaluasi PTM 100 Persen

"Masyarakat tenang saja, kebanyakan mereka itu OTG jadi sembuhnya cepat. Memang kasusnya sedang naik kok," katanya. 

Gibran masih akan koordinasi dengan dinas terkait, apakah PTM akan kembali 50 persen atau tidak. 

"Kita akan koordinasikan lagi. Yang penting murid e aman, orang tua murid juga nyaman," ungkap dia.

Dari Laporan sekolah yang menutup PTM, Baru SMA warga kemarin yang  ditutup. Untuk sekolah yang lain, nanti sambil jalan, karena kalau yang positif satu atau berapa itu bukan klaster, jalan terus saja. 

"Maksudnya tidak perlu ditutup lama. Tapi kita tracing semua kok, tertib banget kok," tandasnya.

Baca Juga: Kota Solo Disebut Cabang Tiongkok Pada Saat Perayaan Imlek, Gibran Beri Respon Menohok

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Solo, Siti Wahyuningsih mengatakan ada 11 sekolah di Kota Solo yang ditemukan siswa terkonfirmasi Covid-19. 

Itu berasal dari SD, SMP, dan SMA, yakni SDN Sayangan, SDN 16 Mangkubumen, SDN Pangudi Luhur Valentinus, SDN Kemasan Kratonan.

Untuk SMP, ada SMPN 4, SMP Bintang Laut. Sedang SMA, ada SMA Warga, SMAN 1, SMAN 5, SMA Mikael, dan SMA Kristen 1. 

"Total ada 40 kasus yang ditemukan di PTM sekolah. Tracing terus dilakukan untuk mengetahui adanya kasus lagi," sambung dia.

Menurutnya, kebanyakan kasus yang di PTM itu siswa yang kena berasal dari luar Solo, seperti Karanganyar dan Sukoharjo.

"Kebanyakan yang kena luar Solo. SD Sayangan indeks kasusnya luar kota, SD Mangkubumen juga luar kota. Yang SMAN 1 dan SMA Kristen juga luar kota, yang SMP juga sama," paparnya.

Sesuai arahan dengan adanya kasus, maka PTM diganti PJJ.

"Ini juga sambil dilakukan proses tracing bisa optimal. Besar kemungkinan masih ada tambahan lagi, karena ada yang hasilnya belum keluar dan proses tracing masih berjalan," jelas dia.

Siti menambahkan, masyarakat harus bisa meningkatkan protokol kesehatan. Karena buktinya sudah ada dan terus bertambah.

"Protokol kesehatan bagi saya itu harga mati," pungkasnya.

Kontributor : Ari Welianto

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait