facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jelang Imlek 2022, Kue Moho Warga Kampung Pecinan Solo Banjir Pesanan

Ronald Seger Prabowo Jum'at, 28 Januari 2022 | 18:20 WIB

Jelang Imlek 2022, Kue Moho Warga Kampung Pecinan Solo Banjir Pesanan
Jelang Imlek 2573 Kongzili atau Imlek 2022, pembuat kue Moho di Kelurahan Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Solo dapatkan banjir pesanan. [Suara.com/Budi Kusumo]

Makanan kue Moho yang bahan dasar tepung terigu ini, awalnya dibuat adonan terlebih dahulu kemudian dibentuk memanjang.

SuaraSurakarta.id - Jelang Imlek 2573 Kongzili atau Imlek 2022, pembuat kue Moho di Kelurahan Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Solo dapatkan banjir pesanan.

Pesanan itu datang dari perseoroangan yang berasal dari berbagai daerah di antaranya Madiun, Yogyakarta, Klaten, dan sebagainya.

Bahkan, jelang Imlek yang jatuh pada 1 Februari 2022 mendatang pesanan kue tradisional itu meningkat 50 persen dari biasanya.

"Paling banyak itu pesanan dari kelenteng-kelenteng pelanggan dari Jawa Timuran," ungkap perajin kue Moho, Widagdo, Selasa (25/1/2022).

Baca Juga: 15 Link Twibbon Imlek 2022 dengan Desain yang Unik, Pasang di Medsos untuk Meriahkan Tahun Baru China

Makanan kue Moho yang bahan dasar tepung terigu ini, awalnya dibuat adonan terlebih dahulu kemudian dibentuk memanjang. 

Setelah itu, adonan tepung tersebut dibuat pola bundar mengembang dan barulah dikukus selama 10 menit. Untuk menambah warna fariian, kue Moho buatan Widagdo tersebut juga diberikan beberapa warna, coklat dan merah muda. 

Widagdo memaparkan, kue Moho pesanan kelenteng itu biasanya sebagai kue pelengkap pada saat ritual salah satunya pada Hari Raya Imlek. 

"Seperti kue Mangkok, Bakpau, dan kue-kue lainnya," ucapnya.

Menurut Widagdo, kue Moho ini merupakan kue tradisional yang sudah ada sejak dulu. Menurutnya, kampung dia tinggal, Sudiroprajan atau Balong Pecinannya Solo, dulunya merupakan pusat kuliner. 

Baca Juga: 10 Ucapan Imlek 2022 dalam Bahasa Inggris dan Terjemahan, Meski Singkat Namun Penuh dengan Makna!

"Saya itu kan tinggal neruske orang tua. Saya memulai tahun 1985, neruske orang tua yang sudah memulai pada 1970," jelasnya. 

Kontributor : Budi Kusumo

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait