- Polres Metro Tangerang Kota menetapkan Bahar bin Smith sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan anggota Banser Tangerang.
- Penganiayaan terjadi pada 21 September 2025 di Cipondoh saat korban ingin bersalaman seusai acara.
- Tersangka disangkakan Pasal 365, Pasal 170, atau Pasal 351 KUHP terkait kekerasan dan penganiayaan.
SuaraSurakarta.id - Pimpinan Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin, Habib Bahar bin Smith, kembali menjadi sorotan publik setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kota Tangerang.
Penetapan ini dilakukan oleh Kepolisian Resor (Polres) Metro Tangerang Kota, Polda Metro Jaya, setelah serangkaian proses penyidikan. Kasus ini mencuat dan menarik perhatian luas, mengingat rekam jejak Bahar bin Smith yang beberapa kali tersandung masalah hukum.
Kasus dugaan penganiayaan ini terjadi di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang, dan melibatkan seorang anggota Banser yang saat itu berniat mendengarkan ceramah Bahar bin Smith.
Kejadian ini menimbulkan tanda tanya dan memicu berbagai spekulasi di masyarakat. Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut adalah 7 fakta kunci terkait penetapan Bahar bin Smith sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan anggota Banser:
1. Penetapan Tersangka Bahar bin Smith
Polres Metro Tangerang Kota secara resmi menetapkan Bahar bin Smith sebagai tersangka.
"Kita sudah tetapkan tersangka dan mengirimkan panggilan kepada tersangka (Bahar Bin Smith) untuk hadir dimintai keterangan pada Rabu, 4 Februari 2026," kata Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Awaludin Kanur di Tangerang, Minggu (1 Februari 2026).
2. Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP)
Penetapan tersangka ini tertuang dalam SP2HP Nomor B/43/I/RES.1.24/2026/Reskrim pada Jumat, 30 Januari 2026. Dokumen ini menjadi dasar hukum resmi atas status baru Bahar bin Smith dalam kasus ini.
Baca Juga: Dana Hibah Keraton Solo Masih Ditahan Wali Kota, DPRD: Masyarakat Berhak Audit!
3. Gelar Perkara Berdasarkan Hasil Penyidikan
Sebelum penetapan tersangka, penyidik telah melaksanakan gelar perkara berdasarkan hasil penyidikan yang telah berjalan sejak laporan polisi diterbitkan pada 22 September 2025. Proses ini menunjukkan bahwa keputusan diambil setelah melalui evaluasi mendalam.
4. Nomor Laporan Polisi Resmi
Kasus ini tercatat dalam Laporan Polisi Nomor: LP/B/1395/IX/2025/SPKT/Polres Metro Tangerang Kota/Polda Metro Jaya. Nomor laporan ini menjadi identitas resmi kasus dan memudahkan pelacakan proses hukumnya.
5. Pasal yang Disangkakan
Bahar bin Smith disangkakan Pasal 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian dengan kekerasan dan/atau Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dan/atau Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, juncto Pasal 55 KUHP tentang turut serta melakukan tindak pidana. Pasal-pasal ini menunjukkan seriusnya dugaan tindak pidana yang dilakukan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Berkat MBG, Kelompok Tani Wanita di Karanganyar Lebih Mudah Salurkan Panen Sayuran
-
7 Fakta Tragis Pembunuhan di Sragen, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam
-
Respati Ardi Ogah Terapkan WFH, Pilih Jumat Bersepeda dan Naik Transportasi Publik
-
Viral Video Panggung Sangga Buwono Keraton Solo Rusak Usai Direvitalisasi
-
Respati Ardi Pastikan Tak Ada Gelombang Pemberhentian PPPK Karena Anggaran Pemkot Solo