- Juru Bicara Keraton Surakarta membantah tudingan Menteri Kebudayaan terkait penerimaan hibah pribadi tanpa LPJ.
- Dana hibah ditransfer ke rekening atas nama jabatan SISKS Pakoe Boewono XIII, bukan rekening pribadi.
- Dana APBN yang diterima adalah pembangunan fisik, bukan hibah uang tunai yang belum dipertanggungjawabkan.
Ia juga menyampaikan bahwa pihak Karaton telah melakukan kajian mendalam terhadap berbagai potensi hukum serta melakukan pemetaan anggaran yang masuk ke Karaton Surakarta. Langkah ini dilakukan agar ke depan tidak ada lagi oknum yang bermain-main dengan anggaran negara atas nama Karaton.
“Kami akan mengawal setiap rupiah anggaran negara yang masuk. Jika ada oknum yang terbukti menyalahgunakan anggaran, harus mendapatkan ganjaran hukum yang setimpal,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, KPA Singonagoro juga menyayangkan kualitas seorang Menteri Kebudayaan yang dinilainya tidak memahami data, sejarah, adat, serta persoalan budaya Karaton Surakarta.
“Ini sangat memalukan. Pernyataan seperti itu bisa memberi wajah buruk bagi Presiden Prabowo, karena menterinya berbicara tanpa memahami persoalan adat dan budaya Karaton Surakarta secara utuh,” pungkasnya.
Sebagai informasi, dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan:
“Keraton Solo mendapatkan hibah dari Pemerintah Kota Solo, dari provinsi, kemudian dari APBN. Nah selama ini menurut keterangan yang kami terima itu penerimanya pribadi. Nah kita ingin ke depan ada pertanggungjawaban, terutama terkait bagaimana tanggung jawab hibah yang diberikan termasuk yang dari APBN,” ujar Fadli Zon, Rabu (21/1/2026).
Pernyataan inilah yang kemudian menuai keberatan keras dari pihak Karaton Surakarta karena dinilai tidak berdasar dan berpotensi menyesatkan publik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Duh! Gara-gara Harga Aspal Naik, Sejumlah Proyek Jalan di Solo Tertunda
-
Viral Dosen UNS Lecehkan Perempuan di Kereta, Sanksi Cuma dapat Teguran Tertulis?
-
Tim Sparta Amankan Terduga Pekaku Pelecehan Seksual di Bendungan Tirtonadi
-
Dari Dapur MBG, Santri Yatim Ini Bisa Menopang Ekonomi Keluarga
-
Gratis dari Pemerintah, Sekolah Rakyat Bikin Pembuat Tungku Ini Mampu Antarkan Anak ke Bangku SMA