- PB XIV Purboyo menyatakan Keraton Surakarta mengikuti semua arahan pemerintah terkait pencairan dan penggunaan dana hibah.
- Juru bicara menjelaskan dana masuk rekening atas nama jabatan Raja, bukan rekening pribadi perorangan sesuai arahan pemerintah.
- Dana APBN diterima berupa pembangunan fisik bangunan jadi, bukan dalam bentuk uang hibah bernilai puluhan miliar rupiah.
SuaraSurakarta.id - Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Sinuhun Paku Buwono (PB) XIV Purboyo angkat bicara menanggapi pernyataan Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon soal dana hibah untuk keraton yang masuk rekening pribadi.
PB XIV Purboyo menyebut bahwa keraton mengikuti arahan dari pemerintah soal dana hibah.
"Ya kita kan ngikut arahan pemerintah ya. Anggaran itu turun bukan permintaan kita, apa, arahan dari pemerintah. Diturunkan ya monggo, nggak ya monggo, gitu aja," terangnya saat ditemui, Jumat (23/1/2026).
Purboyo menjelaskan bahwa Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Lutfhi pastinya sudah paham mengenai masalah dana hibah keraton ini.
"Pak Lutfhi selaku gubernur saya kira lebih paham lah bagaimana," jelas dia.
Ketika ditanya berati selama ini sudah sesuai arahan ya, Purboyo menyebut pastinya sudah.
"Saya kira sudah. Kan kita ikuti arahan pemerintah," ungkapnya.
Sementara itu Juru Bicara PB XIV Purboyo, KPA Singonagoro mengatakan dana hibah masuk rekening pribadi dalam arti bukan rekening pribadi perorangan. Tapi rekening pribadi beliau sebagai raja.
"Kenapa kok rekening pribadi, itu sudah sesuai arahan dari pemerintah. Waktu itu kalau nggak salah ada beberapa menteri, pejabat-pejabat daerah yang menyarankan itu. Kalaupun tidak sesuai dengan tupoksinya, harusnya pemerintah juga tidak mungkin dong mencairkan atau apa hibahnya," papar dia.
Baca Juga: 7 Alasan GKR Timoer Menginterupsi Fadli Zon Saat Penyerahan SK Keraton Solo
Dana hibah yang selama ini diterima Keraton Surakarta dan ditransfer melalui rekening atas nama SISKS PB XIII bukanlah rekening pribadi dalam pengertian hukum adat dan sejarah Keraton. Itu melainkan nama jabatan resmi Raja atau Sunan Keraton Surakarta.
“SISKS PB XIII adalah nama jabatan, bukan nama pribadi dalam konteks umum. Seluruh mekanisme penyaluran dana hibah tersebut dilakukan atas saran dan arahan dari pemerintah itu sendiri. Maka sangat keliru jika kemudian dipelintir seolah-olah dana itu diterima pribadi,” jelasnya.
Soal tuduhan pihak Keraton Surakarta, dalam hal ini PB XIII tidak pernah menyampaikan LPJ hibah, lanjut dia, itu sebagai narasi ngawur yang tidak memahami sistem pengelolaan keuangan negara.
Aturan hibah sudah sangat jelas, di mana penerima hibah tidak mungkin mendapatkan hibah kembali apabila LPJ hibah sebelumnya tidak diselesaikan. Jika benar LPJ tidak pernah disampaikan, maka hal tersebut sudah pasti menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Faktanya Keraton Surakarta masih menerima hibah dari pemerintah. Itu saja sudah menjadi bukti bahwa LPJ selalu disampaikan. Kalau tidak ada LPJ, mustahil hibah bisa cair lagi dan pasti sudah jadi temuan BPK sejak lama," tandas dia.
KPA Singonagoro menambahkan meluruskan pernyataan Menteri Kebudayaan terkait dana APBN yang disebut-sebut diterima keraton dalam jumlah puluhan miliar rupiah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Wali Kota Solo Minta Persis Segera Lunasi Tunggakan Sebesar Rp3,21 Miliar
-
Hasil Porprov Jateng 2026: Tumbang dari Semarang, Tim Softball Solo Sabet Medali Perak
-
Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi
-
Undangan Sudah Diterima, Jokowi dan Ajudan Tegaskan Bakal Hadir Jadi Saksi di Sidang Roy Suryo
-
Tutup Jalan Slamet Riyadi, Aliansi Mahasiswa Soloraya Teriakkan 'Prabowo-Gibran Penuh Kegagalan!'