- Tiga pekerja ditemukan pingsan dengan mulut berbusa di kandang ayam Desa Sampetan, Boyolali, pada Selasa, 9 Juni 2026.
- Korban diduga mengalami keracunan akibat menghirup gas dari sisa pembakaran briket arang di dalam ruang tertutup.
- Polsek Ampel sedang melakukan penyelidikan mendalam setelah mengevakuasi para korban ke RSUD Pandan Arang untuk mendapatkan perawatan.
SuaraSurakarta.id - Polsek Ampel Polres Boyolali menangani peristiwa tiga pekerja kandang ayam yang ditemukan pingsan dengan kondisi mulut berbusa di sebuah kamar tunggu anak kandang di Dukuh Karangboyo RT 001 RW 004, Desa Sampetan, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali, Selasa (9/6/2026).
Kejadian diketahui sekitar pukul 12.07 WIB saat dua karyawan kandang, Irsa dan Fajar Agus Saputro, datang untuk melakukan pengecekan.
Setibanya di lokasi, keduanya mendapati gerbang dalam keadaan tertutup dan tidak ada respons saat para pekerja dipanggil.
Karena curiga, Fajar kemudian masuk ke area kandang dan membuka pintu kamar anak kandang. Di dalam ruangan tersebut, ia menemukan tiga pekerja dalam kondisi lemas dan tidak sadarkan diri dengan mulut berbusa.
Temuan itu segera dilaporkan kepada pemilik kandang, Joko Jasmanto, dan diteruskan ke Polsek Ampel.
Petugas Polsek Ampel bersama tenaga kesehatan segera melakukan evakuasi terhadap para korban. Ketiganya sempat dibawa ke Puskesmas Tengaran sebelum dirujuk ke RSUD Pandan Arang Boyolali untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, ketiga korban diduga mengalami keracunan gas yang berasal dari sisa pembakaran briket arang di dalam ruangan.
Kapolsek Ampel IPTU Edhy Nugroho, S.H., M.H., mengatakan pihaknya telah menerima laporan, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan Laboratorium Forensik guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
“Polisi masih melakukan penyelidikan dan pendalaman untuk memastikan penyebab peristiwa tersebut. Saat ini para korban masih menjalani perawatan medis,” ujar IPTU Edhy Nugroho, Rabu (10/6/2026).
Baca Juga: Melalui Sekolah Rakyat, Anak Pedagang Cilok di Boyolali Punya Harapan Baru
Polres Boyolali mengimbau masyarakat untuk memperhatikan sirkulasi udara dan aspek keselamatan kerja saat menggunakan bahan bakar briket maupun sumber pembakaran lainnya di ruang tertutup guna mencegah kejadian serupa.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
Tiga Pekerja Kandang Ayam di Gladagsari Diduga Keracunan Gas Briket, Polisi Lakukan Penyelidikan
-
Viral di Medsos, Terduga Pelaku Aksi Pocong di Jebres Diamankan Polresta Solo
-
Duh! 20 SPPG di Solo Berhenti Beroperasi Gara-gara Dana Tak Cair
-
Potensi Bentrokan, Kubu PB XIV Purboyo Minta Tak Ada Acara Tandingan Kirab Pusaka Malam 1 Suro
-
Ketua Komjak RI Pujiyono Suwadi Ajak Anak Muda Jadi Bagian dari Solusi, Bukan Sekedar Mengkritik