- Farida Utami (50), pegawai RSCM Jakarta, dimakamkan di TPU Astonoloyo Boyolali pada Rabu, 29 April 2026.
- Korban meninggal dunia akibat kecelakaan antara kereta Argo Bromo dan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
- Kepastian meninggalnya korban diketahui pihak keluarga setelah melakukan pencarian di RS Polri pasca kecelakaan terjadi.
SuaraSurakarta.id - Suasana duka mendalam menyelimuti Tempat Pemakaman Umum (TPU) Astonoloyo Bejo, Desa Kopen, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada Rabu (29/4/2026).
Isak tangis keluarga dan kerabat pecah saat mengiringi prosesi pemakaman Farida Utami (50), salah satu korban jiwa dalam tragedi kecelakaan kereta api yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur.
Farida Utami, yang diketahui sehari-harinya mengabdikan diri bekerja di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, merupakan anak keempat dari enam bersaudara.
Kepulangannya ke peristirahatan terakhir di kampung halaman diwarnai cerita memilukan tentang pertemuan terakhir yang tak terduga dengan pihak keluarga.
Kakak kandung korban, Farid Rojab, dengan mata sembab menuturkan kronologi tragis yang menimpa adiknya.
"Farida Utami itu meninggal karena kecelakaan pada 27 April kemarin, kecelakaan antara Argo Bromo dengan KRL," ujarnya di sela prosesi pemakaman.
Menurut Farid, adiknya menjadi korban saat transit dalam perjalanan kembali ke Jakarta usai kunjungan singkat ke kampung halaman.
"Pas balik ke sana menjelang pulang pindah dari kereta jarak jauh ke KRL itu ke Tambun, itu terjadi kecelakaan," katanya menjelaskan posisi adiknya saat insiden terjadi.
Di balik tragedi tersebut, tersimpan cerita yang kini dianggap keluarga sebagai firasat. Farid mengungkapkan bahwa pada hari Senin, sehari sebelum kecelakaan, Farida pulang ke Boyolali secara mendadak tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Baca Juga: Usai Temui Jokowi, Ratusan Relawan Semut Ireng Langsung Gabung ke PSI?
Kedatangan yang tiba-tiba itu sempat membuat sang ibu terkejut. Kunjungan tersebut pun berlangsung sangat singkat; setelah bersilaturahmi, Farida bergegas kembali ke ibu kota.
Kecemasan Farid bermula saat dirinya yang juga baru pulang kerja dari arah Kemang menggunakan KRL tujuan Cikarang, mendengar kabar adanya kecelakaan hebat di sekitar Stasiun Bekasi Timur pada malam hari. Firasat buruk mulai menghantuinya mengingat kebiasaan sang adik.
"Tapi pas saya pulang itu jam 20.35 WIB itu mendengar berita gitu, sekitar jam 9 kurang sekian bahwa ada kecelakaan KRL itu. Saya agak firasatnya karena Ida (sapaan korban) itu pulangnya selalu sebelum magrib sampai rumah, dia kan kerja di RSCM Jakarta. Karena dari kampung dia pulang agak malam memang," paparnya.
Kepanikan melanda Farid. Ia berupaya mencari informasi di berbagai media dan rumah sakit, namun awalnya nama Farida Utami tidak ditemukan. Upaya menghubungi sang adik melalui telepon seluler pun sia-sia.
"Saya telepon beberapa kali tidak diangkat, nah pikiran saya mungkin baterainya ngedrop atau gimana," ucapnya mengenang kepanikan malam itu.
Pencarian berlanjut hingga dini hari. Farid bahkan berinisiatif mendatangi RSCM tempat adiknya bekerja, namun nihil. Kepastian pahit baru didapat setelah ia meminta anaknya mengecek ke RS Polri, di mana nama Farida Utami akhirnya terkonfirmasi sebagai salah satu korban meninggal dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Puluhan Siswa TK Gaya Baru Solo Belajar di Atap yang Kondisinya Membahayakan
-
Viral Terduga Pencuri di Klaten Tertangkap Warga dan Diikat di Tiang Listrik
-
Pers Soloraya Protes Pernyataan 'Londo Ireng', Nilai Rugikan Profesi Wartawan
-
BRI Genjot Transformasi Digital, Merchant Berkembang dan Transaksi QRIS Melesat
-
BRI Peduli Ajak Kelompok Tani di Jawa Barat Tanam 24.000 Mangrove