- Warga Desa Kedungrejo menggugat Presiden Prabowo ke PTUN terkait pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto.
- Warga menolak karena masalah ganti rugi pembangunan Waduk Kedungombo sejak 1980-an belum tuntas dibayar.
- Gugatan diajukan setelah keberatan warga pada Desember 2025 tidak direspons oleh Presiden Prabowo Subianto.
SuaraSurakarta.id - Presiden Prabowo Subianto digugat oleh warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
Presiden Prabowo digugat karena memberi gelar Pahlawan Nasional kepada Mantan Presiden RI, Soeharto.
Warga yang tinggal di sekitar Waduk Kedungombo tersebut merasa keberatan dengan pemberian gelar tersebut. Karena masih ada masalah banyak bagi mantan Presiden Soeharto, salah satunya soal ganti rugi untuk warga yang terdampak pembangunan Waduk Kedungombo.
"Saya adanya keberatan gelar pahlawan Pak Soeharto. Karena masih ada masalah banyak di masa Presiden Soeharto, masalah ganti rugi Waduk Kedungombo," ujar salah satu warga Bejo (58) saat ditemui di Solo, Rabu (18/2/2026).
Bejo mengatakan masalah ganti rugi di masa Presiden Soeharto terkait Waduk Kedungombo sampai sekarang belum selesai.
Bersama 34 warga Kedungombo lainnya telah berjuang sejak lama untuk mendapatkan ganti rugi atas pembangunan Waduk Kedung Ombo pada akhir 1980-an.
"Masalah ganti rugi sampai sekarang belum selesai. Jadi saya gugat ke Semarang sampai berapa kali dikalahkan terus. Lalu nekat mengajukan banding ke kasasi, alhamdulillah tahun 1991diputus oleh Mahkamah Agung (MA) tapi belum dibayar sampai sekarang," papar dia.
Bejo menceritakan sudah menempuh jalur hukum sejak awal 1990-an. MA disebut telah memutuskan nilai ganti rugi sebesar Rp 50.000 per meter pada 1991 untuk 34 warga terdampak, itu terdiri dari 20 pemilik tanah dan 14 pemilik bangunan.
Hanya saja sampai sekaran pembayaran tersebut belum diterima sepenuhnya oleh warga.
Baca Juga: Diproduksi di Boyolali, Polda Jateng Bekuk Komplotan Pembuat Uang Palsu
“Saya sebagai ahli waris punya tanah dan bangunan, tapi sampai sekarang belum dibayar. Kalau mau kasih gelar pahlawan, silakan saja. Tapi masalah warga Kedung Ombo ini harus dibereskan dulu,” jelasnya.
Bejo mengaku pembangunan waduk itu tidak ada komunikasi atau musyawarah mufakat dengan warga.
"Sebetulnya kalau ada musyawarah mufakat warga tidak ada masalah. Kurang lebih tahun 1986-1987, tahu-tahu air sampai ke warga," kata dia.
Bejo menyebut tidak memiliki persoalan pribadi dengan Presiden Prabowo Subianto. Justru berharap pemerintah pusat dan DPRD mendengar keluhan warga terdampak Waduk Kedungombo.
“Saya salut sama Pak Prabowo. Mudah-mudahan beliau mendengarkan keluhan warga Kedungpring dan Kedungombo yang tanahnya terkena waduk,” terangnya.
Sementara itu kuasa hukum Bejo, Dwi Nurdiansyah Santoso, mengatakan kalau kliennya sudah melayangkan keberatan kepada Presiden Prabowo sejak Desember 2025 lalu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Ika Wonda Hattrick, MilkLife Strikers Buka Singa Cup 2026 dengan Kemenangan Telak
-
Latihan Jadi Pengusaha Digital, Santri di Solo Mimpi Buka Warung Pecel Lele
-
Persis Solo Tunggak Sewa Stadion Manahan Rp 3,21 Miliar, BRM Kusumo Putro: Ini Memalukan!
-
Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum
-
Wali Kota Solo Minta Persis Segera Lunasi Tunggakan Sebesar Rp3,21 Miliar