- Puncak perayaan Grebeg Sudiro 2026 di Pasar Gede pada 15 Februari menampilkan akulturasi budaya Jawa dan Tionghoa.
- Acara dihadiri pejabat seperti Wakil Wali Kota Solo sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan keberagaman budaya.
- Prosesi puncak ditandai rebutan gunungan dan 5.000 kue keranjang sebagai simbol keberkahan serta kebersamaan warga.
SuaraSurakarta.id - Kawasan Pasar Gede hingga Kampung Sudiroprajan berubah menjadi lautan manusia pada Minggu (15/2/2026) lalu.
Ribuan warga dan wisatawan tumpah ruah menyaksikan puncak perayaan Grebeg Sudiro 2026, sebuah festival tahunan yang menjadi simbol abadi akulturasi budaya Jawa dan Tionghoa yang dimeriahkan juga Seniman internasional di Kota Solo.
Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani, serta Direktur Utama BKMA Kementerian Kebudayaan, Sjamsul Hadi SH MM. Kehadiran perwakilan pemerintah pusat tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya dan penguatan keberagaman di tanah air.
Astrid Widayani menegaskan bahwa Grebeg Sudiro bukan sekadar pesta rakyat biasa, melainkan representasi nyata kehidupan harmonis masyarakat Solo.
"Grebeg Sudiro adalah simbol sejati akulturasi. Di sini kue keranjang bersanding dengan gunungan, barongsai menari bersama reog. Inilah wajah Solo dan Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika yang nyata," kata Astrid, Rabu (18/2/2026).
Ia juga mengapresiasi konsistensi event ini yang kembali masuk dalam daftar Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026, sebuah pengakuan atas kekuatan budaya lokal dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan.
Suasana kirab berlangsung sangat meriah dan sarat makna. Prosesi diawali dengan penampilan apik cucuk lampah penari sendratari yang membuka jalan bagi iring-iringan.
Penonton disuguhi atraksi religius dan budaya dari 12 Shio Klenteng Tien Kok Sie, disusul liukan dinamis Liong Macan Putih yang membelah kerumunan massa di sepanjang rute kirab.
Sepanjang perjalanan, kesenian tradisional Jawa dan Tionghoa tampil bergantian, menciptakan perpaduan visual yang memukau. Aroma khas dupa dari klenteng berpadu dengan riuhnya suara gamelan dan tetabuhan genderang barongsai, menciptakan atmosfer perayaan yang magis namun hangat.
Baca Juga: 7 Fakta Viral Kediaman Mantan Presiden Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo
Puncak acara ditandai dengan tradisi yang paling dinantikan: rebutan gunungan. Ribuan pasang tangan berebut hasil bumi yang disusun mengerucut, serta pembagian ribuan kue keranjang kepada masyarakat. Meski diguyur hujan tidak menyurutkan semangat warga rebutan kue keranjang.
Tradisi ini bukan sekadar berebut makanan, melainkan simbol mencari keberkahan dan kebersamaan antarwarga tanpa memandang etnis maupun agama.
Ketua Grebeg Sudiro 2026, Arsatya Putra Utama, sebelumnya mengatakan sebanyak 5.000 kue keranjang dihadirkan dalam bentuk jodang lanang dan wadon untuk diperebutkan warga di kawasan Pasar Gede.
Sebelumnya dalam rangkaian Grebeg Sudiro digelar Umbul Mantram yakni doa bersama dimulainya Grebeg Sudiro, lalu ada pementasan kolosal Sendratari ‘Sudiroprajan Ngumandang’. Wisata Perahu Hias di Kali Pepe. Bazar UMKM dan pertunjukan seni yang dipusatkan di halaman Balai Kota Solo.
Puncaknya Pesta malam pergantian Tahun Baru Imlek 2026 dipusatkan di kawasan Pasar Gede dan Balai Kota Solo.
Perayaan tersebut digelar tanpa kembang api. Namun acara tersebut ditutup meriah dengan penampilan dari Lavora Band asal Yogjkarta. Pengunjung semua ikut berjoget dan bernyanyi bersama hit andalan mereka yang berjudul Rasah Bali, Tamu Undangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
- Ini 4 Tablet Paling Murah 2026, Memori Tembus 256 GB
Pilihan
-
Cerita Warga Solo Hadapi Pajak Opsen hingga Kaget Uang Tak Cukup, FX Rudy: Mohon Dipertimbangkan!
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
Terkini
-
Sri Marwini Beli Rumah Justru Tertipu Notaris dan Berujung Kalah Gugatan, Ini Kronologinya
-
Heboh, Petugas Kelurahan di Solo Sebarkan Dokumen eks Pembalap F1 Rio Haryanto di Medsos
-
Grebeg Sudiro: Tak Sekadar Pesta Rakyat, Namun Representasi Nyata Kehidupan Harmonis Warga Solo
-
Cerita Warga Solo Hadapi Pajak Opsen hingga Kaget Uang Tak Cukup, FX Rudy: Mohon Dipertimbangkan!
-
7 Fakta Viral Kediaman Mantan Presiden Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo