- Dugaan penganiayaan BRM Suryo Mulyo terhadap anggota keamanan PB XIV Purboyo berakhir damai setelah pertemuan di kantor Keraton.
- Laporan polisi mengenai insiden tersebut ke Polresta Solo telah dicabut setelah adanya kesepakatan kekeluargaan kedua belah pihak.
- Korban, Ridho Prakoso, telah dikunjungi langsung oleh BRM Suryo Mulyo dan kedua belah pihak menyepakati surat perdamaian.
SuaraSurakarta.id - Kasus dugaan pengeroyokan dan penganiayaan terhadap salah satu anggota tim pengamanan kubu PB VIX Purboyo dilakukan oleh cucu PB XIII, BRM Suryo Mulyo berakhir damai.
Bahkan BRM Suryo Mulyo mengunjungi langsung anggota tim keamanan Paku Buwono XIV Purbaya, Ridho Prakoso (23) yang menjadi korban.
Sebelumnya kubu PB XIV Purboyo melaporkan kasus tersebut ke Polresta Solo. Selanjutnya informasinya laporan tersebut telah dicabut.
Ketu Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Kasunanan Surakarta, KPH Eddy Wirabhumi mengatakan memang beliau (BRM Suryo) sudah mengunjungi yang diduga sebagai korban.
Pertemuan tersebut dilakukan di kantor Badan Pengelola Keraton.
"Laporan yang masuk sudah (bertemu) di kantor badan pengelola Keraton," ujarnya, Kamis (22/1/2026).
Eddy mengatakan pertemuan tersebut berawal adanya komunikasi BRM Suryo Mulyo dengan keluarga korban. Selanjutnya disepakati adanya pertemuan dengan korban dan kemudian berakhir damai, bahkan membuat surat kesepakatan.
"Awalnya ada komunikasi sama keluarganya. Lalu disepakati juga untuk damai," ungkap dia.
Ketika ditanya mengenai isi surat perdamaian, Eddy enggan menjawab mengenai itu. Eddy mengaku mengaku sempat berada di lokasi dan bersalaman sama korban
Baca Juga: Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
"Sempat salaman dengan saya. (Soal isi tulisan?) Saya tidak baca ada tim hukum yang menangani, (berakhir kekeluargaan?) benar," paparnya.
Sementara itu Kuasa Hukum tim keamanan PB XIV Purboyo, Ardi Sasongko membenarkan adanya perdamaian antara tim keamanan Paku Buwono XIV Purbaya, Ridho dengan cucu PB XIII, BRM Suryo Mulyo.
Menurutnya Ridho sempat menghubungi dirinya untuk meminta Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP).
"Tadi korban menghubungi saya, kebetulan saya ada di Kalimantan untuk meminta kembali STTLP atau tanda terima pelaporan dari korban kepada BRM Suryo. Yang jelas secara garis besarnya supaya adem ayem pada kondisi yang dialami oleh korban," terang dia.
Ardi mengatakan sudah berkoordinasi dengan Pengageng Talang Paten dan PB XIV Purbaya. PB XIV Purbaya mempersilakan bila ada upaya perdamaian.
"Saya tidak berspekulasi lebih lanjut atau menduga-duga, saya hanya sebatas memfasilitasi dan saya koordinasi dengan pengamanan yang ada di Talang Paten, juga konfirmasi ke Sinuhun (PB XIV Purbaya), monggo saja," sambungnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Pendapatan Turun hingga 60 Persen Gara-gara Bajaj, Puluhan Driver Ojol Demo di Balai Kota Solo
-
Respati Ardi Siapkan Insentif untuk Atlet Disabilitas Solo Berprestasi di ASEAN Para Games 2025
-
Viral Kades Mandi Lumpur di Jalan Rusak, Pemkab Sragen Akui Sempat Masuk Rencana Pembangunan Tapi...
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 124 Kurikulum Merdeka: Menggali Makna Teks
-
Viral Video Kades di Sragen Mandi Lumpur di Jalan yang Rusak dengan Mengenakan Seragam Dinas