- KGPH Panembahan Agung Tedjowulan mulai berkantor di Keraton Surakarta pada Senin, 19 Januari 2026.
- Penunjukan ini berdasarkan SK Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengenai Pelindungan Kawasan Cagar Budaya Keraton.
- Tedjowulan fokus utama rencana jangka pendek adalah menjaga kerukunan keluarga besar Keraton Surakarta.
SuaraSurakarta.id - Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Panembahan Agung Tedjowulan langsung berkantor di Keraton Kasunanan Surakarta mulai, Senin (19/12026) kemarin.
Ini setelah menerima Keputusan (SK) Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2026 tentang Penunjukan Pelaksana Pelindungan, Pengembangan, dan/atau Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningeat sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional, dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Minggu (19/1/2026).
Dari pantauan di lapangan, Selasa (20/1/2026), Tedjowulan tiba di keraton sekitar pukul 11.45 WIB dan menuju Ruang tamu Sri Mangganti Lor.
Kebetulan di Bangsal Marakata sedang digelar wilujengan ruwah keraton. Dalam acara tersebut hadir sejumlah keluarga, kerabat, sentana hingga abdi dalem.
Tedjowulan selanjutnya bergabung dalam acara wilujengan ruwah. Bahkan Paku Buwono (PB) XIV Hangabehi juga hadir dan bergabung dengan duduk bersebelahan sama Tedjowulan.
Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Panembahan Agung Tedjowulan menyebut fokus dan rencananya akan banyak setelah mendapatkan SK Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan mulai berkantor di keraton.
"Banyak kalau rencananya. Bisa sampai dengan 5 tahun, 10 tahun," ujarnya saat ditemui, Selasa (20/1/2026).
Ketika disinggung apa saja rencanannya, Tedjowulan enggan menyampaikan rencana-rencana yang akan dikerjakan.
"Oh ndak-ndak. Saya akan bersama-sama nanti dengan keluarga besar Keraton Kasunanan Surakarta untuk membicarakan masa depan keraton," ungkap dia.
Baca Juga: Dualisme Raja Jadi Biang Kerok, Pemkot Masih Tahan Dana Hibah 2026 untuk Keraton Solo
Tedjowulan mengatakan karena yang dipercaya oleh pemerintah itu dirinya, lalu juga dengan Gusti Wandansari (Gusti Meong). Itu selalu berkoordinasi membuat suatu perencanaan yang secara rutin nantinya, secara periodik dilaporkan ke pemerintah.
"Karena yang dipercaya saya, kemudian juga dengan Gusti Wandan. Saya selalu berkoordinasi, selalu membuat perencanaan dengannya yang secara rutin dan periodik akan dilaporkan ke pemerintah," katanya.
Tedjowulan menegaskan rencana jangka pendek itu keluarga besar keraton rukun dan kompak. Karena memang kalau rukun itu pemerintah akan totalitas membantu keraton.
"Rencana jangka ya rukun dulu, kompak, jadi baik, sudah. Jadi pemerintah nanti juga akan totalitas memberikan semua yang diinginkan dari kita," terang dia.
Tedjowulan menjelaskan setiap saat akan menggelar rembug keluarga. Akan terus berkomunikasi dengan keluarga besar pastinya.
"Setiap saat, setiap hari (rembug keluarga), saya berkomunikasi, ya tentunya yang mau. Saya sudah ke sana kok, sudah rembugan baik semuanya. Tidak ada tanda-tanda yang tidak baik, kalau yang tidak mau mungkin agak sakit mungkin," paparnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Persis Solo Tunggak Sewa Stadion Manahan Rp 3,21 Miliar, BRM Kusumo Putro: Ini Memalukan!
-
Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum
-
Wali Kota Solo Minta Persis Segera Lunasi Tunggakan Sebesar Rp3,21 Miliar
-
Hasil Porprov Jateng 2026: Tumbang dari Semarang, Tim Softball Solo Sabet Medali Perak
-
Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi