Budi Arista Romadhoni
Selasa, 15 September 2026 | 16:00 WIB
Guruh Adi Pangestu (27) saat memperlihatkan saudara kembarnya Guntur Aji Pangestu, yang menjadi salah satu penumpang Kapal Virgo Transport 8. [Suara.com/Ari Welianto]
Baca 10 detik
  • Guntur Aji Pangestu asal Solo menjadi penumpang Kapal Virgo Transport 8 yang terbalik dalam perjalanan ke Banjarmasin.
  • Guntur menggunakan identitas kembarannya, Guruh Adi Pangestu, untuk bekerja sebagai sopir truk ekspedisi muatan paket.
  • Keluarga korban berencana berangkat ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Selasa sore untuk mencari informasi kondisi Guntur.

SuaraSurakarta.id - Guntur Aji Pangestu (27), warga RT 01 RW 19 Gulon, Kelurahan Jebres, Kecamatan Jebres, Kota Solo menjadi salah satu penumpang Kapal Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan dan terbalik.

Guntur yang berprofesi sebagai sopir truk ekspedisi naik kapal virgo menuju Banjarmasin untuk mengantarkan barang-barang paket.

Guntur naik kapal itu memakai identitas kembarannya bernama Guruh Adi Pangestu (27). Karena Guntur tidak punya SIM B sedangkan yang dibutuhkan SIM A. 

Guruh merasa kaget saat tahu saudara kembarnya menjadi penumpang Kapal Virgo Transport 8 yang kecelakaan dan terbalik.

"Pasti kaget terus cemas dapat kabar kapal yang dinaiki Guntur kecelakaan,", ujar Saudara kembar Guntur, Guruh Adi Pangestu saat ditemui di rumahnya, Selasa (15/9/2026).

Guruh mengaku komunikasi terakhir sama Guntur itu, Sabtu (10/9/2026) kemarin. Itu sebelum Guntur naik kapal dan tanya-tanya soal kabar.

"Ada, komunikasi terakhir tanggal 10, telponan biasa tanya-tanya kabar. Itu belum naik kapal cuma tanya-tanya kabar gimana gitu," ungkapnya.

Guruh menyebut memang Guntur naik kapal itu pakai identitas dirinya, itu buat laporan ke ekspedisinya saja. Kaget juga kalau datanya itu dipakai dan baru sekali ini terjadi.

"Ya kaget juga kalau datanya dipakai, tapi tidak bisa dijelasin lah. (Sering tukaran identitas) Nggak, baru tahu juga saya. (Baru sekali ini) Iya," kata dia.

Baca Juga: Jumenengan Hangabehi Sebatas Melengkapi Adat, Gusti Neno: Belum Ada Raja Definitif

Ketika ditanya apakah Guntur pinjam langsung identitasnya, Guruh menyebut tidak. "Nggak sih, dulu sebenarnya pernah satu kabin, kita sopir kernet bareng saja. Mungkin istilahnya data saya di foto terus dipakai," terangnya.

"Si Guntur sudah punya sim, cuma kalau untuk armada kendaraan besar dia belum sampai masih A, kalau saya sudah sampai B. Mungkin data di ekspedisi yang dimasukan mungkin punya saya," sambung dia.

Sebagai anak kembar, Guruh mengaku punya firasat merasa tidak enak di hati. Bahkan status terakhir Guntur itu sudah ngaco.

"Firasat ada, nggak enak di hati terus terakhir status si Guntur sudah ngaco. Status terakhirnya itu ingin tidur, badannya capek ingin tidur terus katanya. Itu satu hari sebelum kapal tenggelam," jelasnya.

"Terus saya pribadi sendiri kok punya gambaran pengin bikin story di WA sama si Guntur. Itu dua hari atau tiga hari lalu. Biasanya nggak pernah sama sekali, terakhir hubungan tanggal 10 itu," tandas dia.

Rencananya bersama orang tua dan kakaknya akan berangkat ke Tanjung Perak Surabaya untuk mendapatkan informasi lebih lanjut soal keberadaan Guntur.

Load More