- Pemkot Solo belum mencairkan dana hibah Keraton Kasunanan Surakarta untuk tahun 2026 sebab masih ada dualisme kepemimpinan.
- Wali Kota Solo Respati Ardi menyatakan penyaluran dana hibah akan dinilai secara objektif tanpa batas waktu penyelesaian.
- Pemkot Solo berkomitmen melanjutkan revitalisasi keraton, fokus pada kesejahteraan abdi dalem dan hunian.
SuaraSurakarta.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo masih belum akan mencairkan dana hibah untuk Keraton Kasunanan Surakarta di tahun 2026.
Pasalnya hingga saat ini masih ada dualisme kepemimpinan atau raja di Keraton Kasunanan Surakarta.
"Kalau itu (dana hibah) ada di kebijakan dan kewenangan kami. Tentunya kami akan secara objektif menilai nantinya," terang Wali Kota Solo Respati Ardi saat ditemui, Rabu (7/1/2026).
Respati mengatakan sedang mencari landasan-landasan hukumnya untuk menjalankan dan menyerahkan itu.
Tidak ada deadline masalah itu harus selesai, karena itu merupakan uang rakyat.
"Tidak ada (deadline), itu kan uang rakyat. Ya tentunya ada mekanismenya dalam rangka penyalurannya," ungkapnya.
Respati menjelaskan sampai saat ini memang belum ada penyerahan untuk dana hibah bagi keraton.
"Belum, belum ada penyerahan sampai sekarang. Ditutup kemarin tahun 2025, nanti kita lihat," ujar dia.
Menurutnya soal adanya dualisme kepemimpinan di keraton itu merupakan ranah. Pemkot tidak akan ikut campur terkait masalah itu.
Baca Juga: Drama Keraton Solo! Tak ada Undangan untuk PB XIV Purboyo, GKR Timoer: Benar-benar Tidak Diundang
"Ya itu tetap kita serahkan itu ranah keluarganya tentunya," katanya.
Meski demikian, pemerintah tetap berkomitmen untuk melanjutkan revitalisasi keraton. Apalagi ini setelah bertemu dengan Menteri Kebudayaan Fadli Zon awal pekan kemarin.
"Usulan saya itu terkait kesejahteraan abdi dalem dan hunian-hunian yang ada di sana. Selain panggung sangga buwana dan museum, saya mengusulkan adanya keperpihakan kepada abdi dalem," jelas dia.
Respati menyebut usulan itu akan didiskusikan lebih lanjut di Kementerian Kebudayaan. Jadi akan ada intervensi dari pemerintah pusat untuk revitalisasi yang di dalam, hunian-hunian para abdi dalem.
"Itu ada potensi bagus seperti Desa Penglipuran dan kayak yang di Jogja. Saya harapannya itu bisa menarik wisata, dengan kita revitalisasi rumah-rumah abdi dalem bisa menarik wisata lebih banyak," tandasnya.
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Kemenpora Beri Penghargaan Indonesia Sports Industry of the Year 2026 kepada BRI
-
Firasat Aneh Kakak-Adik Korban Kapal Virgo: Minta Pakaian Dicuci Ibu hingga Ingin Tidur Bersama
-
Sopir Truk Asal Solo Jadi Korban Kapal Virgo, Ternyata Naik Pakai KTP Saudara Kembar
-
Cerita Paman Aldo, Penumpang Kapal Virgo Transport 8, Niat Bekerja untuk Bantu Orang Tuanya
-
Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu