- Museum Keraton Kasunanan Surakarta masih digembok oleh kubu Paku Buwono (PB) XIV Purboyo meski telah diresmikan.
- Ketua Eksekutif LDA, KPH Eddy Wirabhumi, menyayangkan penutupan museum saat libur Natal dan Tahun Baru.
- Akan dicari solusi agar masyarakat dapat menikmati museum terbatas, mengingat konservasi BPK belum sepenuhnya selesai.
SuaraSurakarta.id - Museum Keraton Kasunanan Surakarta hingga saat ini masih digembok oleh kubu Paku Buwono (PB) XIV Purboyo.
Padahal museum keraton sudah diresmikan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon beberapa waktu lalu usai dilakukan konservasi.
"Museum itu memang sampai saat ini masih dalam posisi digembok, tidak bisa diakses," terang Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Kasunanan Surakarta, KPH Eddy Wirabhumi, Sabtu (27/12/2025).
Pihaknya sangat menyayangkan masih digembok dan belum dibukanya museum keraton. Padahal saat ini sedang masa libur natal dan tahun baru (nataru).
"Kami mohon maaf kepada masyarakat yang sebetulnya sangat disayangkan. Ini liburan kesempatan mereka untuk bisa mendapatkan informasi tambahan mengenai museum keraton tapi setelah direnovasi malah sekarang digembok rapat," ungkapnya.
Eddy mengaku mendapat keluhan dan masukan agar di liburan nataru ini diberikan akses untuk bisa menikmati keraton.
Nanti akan disampaikan ke keluarga besar termasuk sinuhun PB XIV Hangabehi dan GKR Koes Moertiyah Wandansari agar bisa dibuka walaupun terbatas.
"Museumnya sendiri, sejujurnya BPK yang kemarin melakukan konservasi itu belum tuntas. Karena dalam suasana yang tertekan mereka bekerja, sehingga tidak leluasa dan belum selesai. Tapi sebenarnya sudah bisa dinikmati," katanya.
Eddy mengatakan bersama pemerintah tidak disarankan untuk membuka paksa. Tapi akan dicarikan solusi agar masyarakat yang datang di liburan saat ini bisa menikmati walaupun masih terbatas.
Baca Juga: Perpecahan Keraton Surakarta: Peresmian Panggung Sangga Buwana Tanpa Kehadiran Sentana Penting
"Nanti akan dicarikan solusi. Kayak dulu kan pernah, lewat kamandungan langsung masuk ke pelataran lalu kembali lagi," jelas dia.
"Mudah-mudahan kalau tidak hari ini, besok minggu. Kalau sabtu-minggu itu penuh biasanya, kasihan dari jauh-jauh datang ke sini," lanjutnya.
Masih ditutupnya Museum Keraton sangat disesalkan para wisatawan yang sudah datang. Mereka sangat kecewa tidak bisa masuk ke museum, banyak kecele.
"Kecewa pastinya masih ditutup. Padahal pengin masuk, lihat-lihat koleksi keraton," sambung salah satu wisatawan, Yazid Nurrohman.
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 5 Sepeda Lipat Kalcer Termurah, Model Stylish Harga Terjangkau
Pilihan
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
Terkini
-
Didampingi Kuasa Hukum, Jokowi Tiba-tiba Datangi Mapolresta Solo, Ada Apa?
-
Sambut Hari Pers Nasional, Kapolresta Solo Resmikan Media Center, Tunjang Aktivitas Jurnalistik
-
Cek Lapangan, Respati Ardi Tindaklanjuti Persoalan Sampah Putri Cempo, Buka Jalur Kendaraan
-
Kunci Jawaban PAI Kelas 9 Halaman 212 dan 213: Syariat Penyembelihan Hewan
-
Ajudan Jokowi Jadi Dewan Penasehat Cabor Padel Solo, Bakal Ada Event Internasional di 2026