- PB XIV Hangabehi melaksanakan salat Jumat di Masjid Laweyan pada 2 Januari 2026 setelah tujuh kali di Masjid Agung Surakarta.
- Masjid Laweyan adalah masjid tertua di Solo, didirikan tahun 1546 masa Kerajaan Pajang, dikenal juga sebagai Masjid Ki Ageng Henis.
- Keinginan PB Hangabehi salat di sana timbul setelah menerima mimpi, karena masjid ini memiliki kaitan historis dengan keraton.
SuaraSurakarta.id - Usai menjalankan tujuh kali salat jumat di Masjid Agung Surakarta, kali ini Paku Buwono (PB) XIV Hangabehi menjalankan salat jumat di Masjid Laweyan, Jumat (2/1/2026).
Seperti diketahui, Masjid Laweyan merupakan masjid tertua di Kota Solo. Dibangun pada tahun 1546 di masa Kerajaan Pajang. Masjid Laweyan dikenal juga dengan Masjid Ki Ageng Henis.
Pantauan di lapangan, PB XIV Hangabehi tiba di Masjid Laweyan sekitar pukul 11.25 WIB. Hangabehi langsung menuju tempat wudhu untuk mengambil wudhu.
Kemudian Hangabehi berjalan ke dalam masjid dan menuju barisan pertama sebelah kanan. Selanjutnya menjalankan salat sunah dua rakaat.
Hangabehi menyebut salat di Masjid Laweyan berawal dari mimpi. Karena memang usai tujuh kali salat jumat di Masjid Agung Surakarta, Hangabehi berencana melanjutkan salat jumat yang dulu milik keraton.
"Tidak ada dipilih sebetulnya, keinginan saja di sini. Kebetulan ini masjid bagian dari keraton juga," ujarnya saat ditemui, Jumat (2/1/2026).
Hangabehi mengaku ini berawal dari mimpi kalau salat jumat di Masjid Laweyan ini. Sebenarnya sudah dikasih pilihan salat jumat di masjid yang dulunya milik keraton.
"Kebetulan tadi malam dapat mimpi, sebetulnya sudah dikasih pilihan kita salat di masjid-masjid kagungan dalem keraton. Tadi malam dikasih mimpi, tahu-tahu ada di sini, ya sudah salat di sini," ungkap dia.
"Baru tadi pagi, kita beritahu ke para penderek semua. Saya mau salat di Laweyan (masjid), gitu saja," lanjutnya.
Baca Juga: Geger di Keraton Solo! Gusti Moeng Marah Besar Tak Bisa Masuk Museum, Pintu Digembok Kubu PB XIV
Hangabehi mengatakan Masjid Laweyan ini ada hubungannya dengan Keraton Kasunanan Surakarta. Bahkan memiliki sejarah yang panjang sebelum Keraton Surakarta berdiri.
"Sudah jelas ada hubungannya dengan keraton. Apalagi di sekitar masjid ada makam Ki Ageng Henis, beliau juga eyangnya panembahan senopati, yang menurutkan paranata ing tanah jawa," tandas dia.
Masjid Laweyan sebelumnya merupakan sebuah pura, tempat ibadah umat Hindu. Kemudian menjadi masjid oleh Ki Ageng Henis, penasehat Kerajaan Pajang yang berdakwah di daerah Laweyan.
Kontributor : Ari Welianto
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Persib Bandung Gugur di AFC Champions League Meski Menang Tipis Lawan Ratchaburi FC
-
KPK akan Dalami Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi Menag dari Ketum Hanura OSO
-
7 Fakta Viral Warga Sumsel di Kamboja, Mengaku Dijual dan Minta Pulang ke Palembang
-
Hasil Investigasi: KPF Temukan Massa Suruhan di Aksi Penjarahan Rumah Sahroni Hingga Uya Kuya
-
Munculnya Grup WhatsApp KPR-Depok hingga Pasukan Revolusi Jolly Roger Sebelum Aksi Demo Agustus 2025
Terkini
-
Jadwal Imsak Surakarta dan Sekitarnya 19 Februari 2026: Lengkap dengan Lafal Niat Puasa Ramadan
-
Sri Marwini Beli Rumah Justru Tertipu Notaris dan Berujung Kalah Gugatan, Ini Kronologinya
-
Heboh, Petugas Kelurahan di Solo Sebarkan Dokumen eks Pembalap F1 Rio Haryanto di Medsos
-
Grebeg Sudiro: Tak Sekadar Pesta Rakyat, Namun Representasi Nyata Kehidupan Harmonis Warga Solo
-
Cerita Warga Solo Hadapi Pajak Opsen hingga Kaget Uang Tak Cukup, FX Rudy: Mohon Dipertimbangkan!