- Seorang abdi dalem pengamanan PB XIV terluka akibat dugaan pengeroyokan saat kericuhan di Keraton Surakarta, Minggu (18/1/2026).
- Korban berinisial RP (23) mengalami luka di kepala dan kemaluan saat prosesi penyerahan SK Menteri Kebudayaan.
- Salah satu pelaku pengeroyokan teridentifikasi sebagai pengageng keraton berinisial SM, cucu mendiang PB XIII.
SuaraSurakarta.id - Seorang abdi dalem bagian pengamanan dari kubu Paku Buwono (PB) XIV menjadi korban diduga tindakan kekerasan dan pengeroyokan saat terjadi kericuhan dan bentrokan di dalam Keraton Kasunanan Surakarta, Minggu (18/1/2026) kemarin.
Bahkan korban berinisial RP (23) mengalami luka-luka di bagian kemaluan dan kepala bagian belakang. Saat kejadian korban dipiting lalu tersungkur dan kemudian di keroyok oleh sejumlah orang.
Korban bahkan ditendang dibagian kemaluannya. Sehingga membuat korban kesakitan, korban juga mengalami luka di kepala bagian belakang dan memar di dada.
Salah satu yang melakukan pengeroyokan adalah salah satu pengageng di keraton dengan gelar BRM berinisial SM. Beliau merupakan wayah dalem atau cucu dari mendiang PB XIII.
Kuasa Hukum Tim Keamanan Keraton Kasunanan Surakarta dari LBH Peduli Amal Surakarta, Ardi Sasongko mengatakan untuk kronologi kejadian itu kejadiannya, Minggu (18/1/2025) sekitar pukul 10.30 WIB atau saat ada prosesi penyerahan SK dari Menteri Kebudayaan (Menhub) Fadli Zon.
"Saat itu tim keamanan kami yang sedang berjaga di sekitar bangsal siyaga police line dekat dalem ageng melakukan pengamanan. Saat itu tanpa adanya suatu komando tiba-tiba ada pihak yang langsung mengeluarkan kata-kata, sehingga suasana menjadi ricuh dan saling dorong," terangnya saat memberikan keterangan, Senin (19/1/2026).
"Salah satu dari penjaga kami yang mungkin badannya kecil itu langsung diambil. Saat itu korban langsung mendapatkan ditendang kemaluannya, kemudian ada luka robek di belakang kepala, ada memar di dada kiri dan juga di tangan kiri," lanjut dia.
Menurutnya korban sudah dilakukan visum di RS DKT Slamet Riyadi Solo. Ini sebagai syarat untuk pelaporan atas dugaan tindakan pengeroyokan.
"Ini jelas sangat disayangkan. Salah satu yang melakukan pengeroyokan itu dengan identitas yang jelas dan alat bukti, dari keterangan saksi-saksi juga sangat jelas sekali," ungkapnya.
Baca Juga: Unik! Hadiah Ulang Tahun Traktor Combi Bikin Heboh di Maospati
"Itu dilakukan oleh seseorang yang termasuk pengageng di keraton. Masih rentetan sebagai cucu dari sinuhun (PB XIII)," ujar dia.
Ardi menjelaskan sebagai kuasa hukum yang ditunjuk melakukan langkah hukum dan meminta Polresta untuk menindak siapapun pelakunya, siapapun backup dibelakangnya.
"Adanya kekerasan itu tidak dibenarkan. Alat bukti juga ada dan siap ditunjukan. Korban menerima serengan fisik lebih dari 10 orang," katanya.
Sementara itu Juru Bicara PB XIV Purboyo, KPA Singonagoro mengatakan korban itu setelah kena tendangan dan sempat tersungkur.
Sempat mau dikeroyok lagi tapi sama teman-temannya menolong korban dan langsung diamankan di Sasana Narendra.
"Untuk pelaku dari video yang ada itu, satu yang teridentifikasi sedangkan yan lainnya masih dalam proses lidik," sambung dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL
-
Burnout 2026 Siap Guncang Solo, Seringai hingga Lucky Draw 2 Motor Chopper
-
Ancam Buka Paksa Keraton Solo, Kubu PB XIV Purboyo Meradang: Kenapa Harus Pakai Kekerasan?
-
BBRI Kembali Dilirik JPMorgan, Valuasi Murah dan Dividen Tinggi Jadi Andalan