- Keributan terjadi di Keraton Surakarta pada Minggu (18/1/2026) menjelang penyerahan SK Menteri Kebudayaan terkait cagar budaya.
- Peristiwa dipicu upaya LDA membuka Pintu Wiwara Kenya yang dijaga pihak putri dalem PB XIII, terjadi saling dorong.
- SK Menteri Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2026 tentang pemanfaatan cagar budaya diserahkan kepada Kanjeng Gusti Panembahan Agung Tedjowulan.
SuaraSurakarta.id - Keributan sempat terjadi di dalam Keraton Kasunanan Surakarta sebelum acara penyerahan Surat Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2026 terkait pemanfaatan cagar budaya keraton, Minggu (18/1/2026).
Informasi yang diterima keributan terjadi sekitar pukul 09.30 WIB, di mana pihak Lembaga Dewan Adat (LDA) yang hendak membuka Pintu Wiwara Kenya.
Pintu Wiwara Kenya merupakan pintu masuk menuju kawasan keputren, tempat putri-putri raja tinggal.
Saat kejadian tersebut, Pintu Wiwara Kenya tertutup dan dijaga oleh putri-putri dalem PB XIII, kerabat hingga abdi dalem. Kemudian sejumlah kerabat keraton dari LDA dan abdi dalem hendak membuka dan masuk.
Aksi dorong mendorong pun sempat terjadi antara kedua kubu hingga akhirnya pintu berhasil terbuka dari luar. Namun dari kubu PB XIV Purboyo sambil marah-marah menghalangi dan melarang agar kubu LDA tidak boleh masuk.
Adu mulut bahkan sempat terjadi antara putri-putri PB XIII, yakni GKR Timoer Rumbay dan GRAy Devi Lelyana Dewi dengan Ketua LDA KPH Eddy Wirabhumi, GKR Indriyah serta para abdi.
Aparat keamanan dari TNI/Polri pun harus berjaga-jaga di area pintu Wiwara Kenya.
Keributan juga terjadi di keputren, adu jotos bahkan sempat terjadi antara sejumlah abdi dalem dari dua kubu. Kata-kata kasar sempat keluar dari kedua kubu saat kejadian tersebut.
Kedatangan Menbud Zon ke Keraton Surakarta untuk menyerah SK Nomor 8 Tahun 2026 terkait penunjukan pelaksana perlindungan, pengembangan, atau pemanfaatan cagar budaya Keraton Kasunanan Surakarta sebagai kawasan cagar budaya keraton nasional.
Baca Juga: Penuhi Syarat Jadi Raja, PB XIV Hangabehi Genap Salat Jumat 7 Kali di Masjid Agung
SK Menbud tersebut diserahkan kepada Kanjeng Gusti Panembahan Agung Tedjowulan.
"SK Menteri Kebudayaan ini menunjuk Kanjeng Gusti Panembahan Agung Tedjowulan. Beliau ditunjuk sebagai pelaksana pelestarian, pengembangan dan pemanfaatan cagar budaya nasional untuk keraton," terangnya, Minggu (18/1/2026).
Tak berselang lama Menbud Fadli Zon tiba di keraton didampingi Wali Kota Solo Respati Ardi dan PB XIV Hangabehi.
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL
-
Burnout 2026 Siap Guncang Solo, Seringai hingga Lucky Draw 2 Motor Chopper
-
Ancam Buka Paksa Keraton Solo, Kubu PB XIV Purboyo Meradang: Kenapa Harus Pakai Kekerasan?
-
BBRI Kembali Dilirik JPMorgan, Valuasi Murah dan Dividen Tinggi Jadi Andalan