Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 05 Juni 2026 | 17:04 WIB
Tangkapan layar website SPMB Tahun 2026 Kota Solo Palsu. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Dinas Pendidikan Kota Solo menemukan situs palsu smp.spmbsolo.com yang berpotensi melakukan pencurian data masyarakat saat proses pendaftaran siswa.
  • Kepala Dinas Pendidikan menegaskan situs resmi pendaftaran hanya menggunakan domain pemerintah dengan akhiran alamat surakarta.go.id bagi para pendaftar.
  • Pihak dinas telah melaporkan temuan situs tersebut kepada Diskominfo untuk segera dilakukan penutupan agar tidak terjadi penyalahgunaan informasi.

SuaraSurakarta.id - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo menemukan ada situs palsu Seleksi Penerima Murid Baru (SPMB) SMP.

Disdik pun meminta kepada masyarakat harus waspada saat akan mendaftarkan sekolah anaknya.

Situs palsu layanan pendaftaran yakni smp.spmbsolo.com. Dalam situs tersebut terdapat sejumlah informasi seperti tahapan SPMB, mulai dari jadwal, prosedur pendaftaran sampai jumlah kuota siswa.

Dalam website tersebut juga terdapat gambar wali kota dan wakil wali kota. Tapi bukan Wali Kota Solo Respati Ardi dan Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani. Tapi tertulis Wali Kota Budi Santosa dan Wakil Wali Kota Indrawan.

Kepala Disdik Kota Solo, Dwi Ariyatno mengatakan kalau website itu bukan resmi milik Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

"Nggak, bukan. Kemarin kan saya dapat aduan dari masyarakat, ada upaya scamming (pencurian data)," terangnya saat dikonfirmasi, Jumat (5/6/2026).

Dwi menjelaskan upaya scamming itu sudah sejak lama, yang terakhir kemarin kan sebelum PPDB mulai itu di SMP 1. Seakan-akan websitenya membuka pendaftaran dengan menyertakan biaya tertentu, padahal di SPMB atau PPDB di negeri Kota Solo itu prosesnya jadi satu semua sekolahan baik PAUD, SD, SMP. 

"Itu kan satu web atau satu alamat satu portal. Yang kemarin SMP 1 itu seakan-akan dia menyelenggarakan sendiri online," ungkap dia.

Dwi mengaku yang terakhir itu mendapatkan aduan dari masyarakat. Di mana setiap kali mencari SPMB Solo diarahkannya ke alamat smp.spmbsolo.com.

Baca Juga: Aksi Nekat Maling di Kadipiro Gagal Total, Tim Sparta Polresta Solo Amankan Terduga Pelaku

"Pokoknya kalau pakai akhirnya dot com, itu dipastikan palsu. Karena kita hanya menggunakan domain resmi pemerintah, itu selalu diakhiri surakarta.go.id. Selalu alamatnya itu, kalau tidak menggunakan alamat itu terkait SPMB, kita pastikan fiktif scamming," paparnya.

Dwi menyebut belum ada laporan masyarakat yang mengeluarkan uang mengenai website tersebut. Karena masyarakat itu ragu dengan penampilan website tersebut.

"Nggak ada (yang keluar uang). Karena mereka kebetulan ragu karena tampilannya tidak sesuai, gambarnya itu bukan gambarnya Pak Wali (Respati Ardi) walaupun ada gambar wali kota. Itu salah satu identifikasi mereka ragu," kata dia.

"Terus mereka juga konfirmasi ke dinas pendidikan dengan menyertakan bukti screenshot. Lah kita pastikan bahwa alamat resmi yang kita gunakan adalah spmb.surakarta.go.id," lanjutnya.

Soal apakah datanya yang sudah mendaftar itu disalah gunakan untuk tindak kejahatan atau ada kerugian, itu belum dapat laporan. Kurang lebih ada 5 orang yang bertanya ke dirinya langsung, belum ke panitia.

"Tapi terkait adanya pertanyaan klarifikasi atau konfirmasi, saya kurang tahu mereka dalam posisi menjadi korban atau hanya pelapor saja. Tapi yang sampai ke kita, mereka menanyakan terkait apakah ini benar sambil menyertakan screenshot web tersebut," tandas dia.

Load More