- Wali Kota Solo, Respati Ardi, menempelkan stiker penanda bagi penerima bantuan sosial di Kelurahan Gilingan pada Rabu, 3 Juni 2026.
- Pemasangan stiker tersebut bertujuan sebagai komitmen pemerintah daerah dalam mendorong semangat warga untuk keluar dari garis kemiskinan.
- Pemerintah Kota Solo menyediakan program Rumah Siap Kerja untuk meningkatkan kompetensi warga agar memperoleh pekerjaan layak di dalam maupun luar negeri.
SuaraSurakarta.id - Wali Kota Solo, Respati Ardi mulai menempelkn stiker di rumah warga yang menerima bantuan sosial (bansos) dari Program Keluarga Harapan (PKH), Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
Pemasangan stiker di rumah keluarga miskin ini secara simbolis dilakukan di Margorejo RW 11, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Rabu (3/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Respati menjelaskan jika pemasangan stiker ini bukan dimaksudkan untuk memberikan stigma kepada masyarakat penerima bansos. Melainkan diharapkan dapat menjadi semangat pengentasan kemiskinan.
“Jadi kami memberikan stiker bagi para warga yang menerima bantuan sosial. Stiker ini tanda semangat kita bersama untuk merubah nasib untuk mengentaskan kemiskinan. Tanda ini sebagai komitmen kami dan komitmen saya pribadi untuk membantu pengentasan kemiskinan. Dan kita berdoa tidak selamanya stiker itu terpasang di rumah-rumah,” kata Respati, Kamis (4/6/2026).
Program Pengentasan Kemiskinan
Selain menempelkan stiker, dirinya juga menawarkan sejumlah program-program pemberdayaan masyarakat. Seperti Rumah Siap Kerja yang sasaran agar masyarakat dapat memiliki kompetensi untuk bekerja.
“Banyak sekali yang belum mendapatkan pekerjaan. Tapi ada juga yang memang sudah bekerja tapi belum layak dan lain-lain. Nah ini akan kita intervensi melalui Rumah Siap Kerja,” tuturnya.
Respati menjelaskan, program Rumah Siap Kerja terus dioptimalkan agar warga Kota Solo memperoleh pekerjaan yang baik dengan upah dan jaminan layak. Melalui program ini diharapkan dapat membuka akses warga Kota Solo untuk bekerja di dalam dan luar negeri.
“Tidak hanya di Jepang, ada di Turki, Tiongkok, dan ada juga di komplek KIT Batang, Solo Techno Park. Intinya program Rumah Siap Kerja menyalurkan tenaga kerja baik di dalam negeri maupun luar negeri,” imbuhnya.
Baca Juga: Respati Ardi Pastikan Tak Ada Gelombang Pemberhentian PPPK Karena Anggaran Pemkot Solo
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Kemenpora Beri Penghargaan Indonesia Sports Industry of the Year 2026 kepada BRI
-
Firasat Aneh Kakak-Adik Korban Kapal Virgo: Minta Pakaian Dicuci Ibu hingga Ingin Tidur Bersama
-
Sopir Truk Asal Solo Jadi Korban Kapal Virgo, Ternyata Naik Pakai KTP Saudara Kembar
-
Cerita Paman Aldo, Penumpang Kapal Virgo Transport 8, Niat Bekerja untuk Bantu Orang Tuanya
-
Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu