- Putri PB XIII GKR Timoer menyayangkan rencana ancaman buka paksa akses Keraton Solo oleh LDA pada Rabu (22/7/2026).
- GKR Timoer menyatakan kubunya tidak pernah diundang pemerintah atau pihak sebelah terkait rencana sosialisasi revitalisasi keraton.
- Kubu PB XIV Purboyo tidak menghalangi revitalisasi pemerintah asalkan dilakukan melalui musyawarah dan komunikasi yang baik antarkeluarga.
SuaraSurakarta.id - Kubu Paku Buwono (PB) XIV Purboyo merespon Lembaga Dewan Adat (LDA) yang akan membuka paksa akses di Keraton Kasunanan Surakarta yang masih terkunci.
Putri Dalem PB XIII, GKR Timoer Rumbay Kusuma Dewayani menyebut harusnya tidak perlu ada paksaan atau ancaman. Tapi bisa berembug bersama dan komunikasi.
"Selama masih bisa berkomunikasi, berembuk, dan bermusyawarah, kenapa harus ada kekerasan? Mengapa harus selalu dengan paksaan, kekerasan, dan ancaman?," terangnya saat dikonfirmasi, Rabu (22/7/2026).
Timoer sangat menyayangkan adanya pernyataan dari Ketua LDA GKR Koes Moertiyah Wandansari (Gusti Moeng). Bahkan selalu seperti itu dengan ancaman atau melakukan tindakan dengan kekerasan.
"Ini yang sangat saya sayangkan. Kan bisa berkomunikasi, bisa berembug dan bisa bermusyawarah," kata dia.
Timoer menegaskan selama ini tidak pernah mendapatkan undangan baik dari pemerintah maupun pihak sebelah. Bahkan adanya rencana revitalisasi keraton pun tidak tahu menahu.
"Selama ini saya tidak pernah mendapat undangan, kemarin itu seperti ada sosialisasi revitalisasi kami juga tidak mendapatkan undangan untuk berembug. Kan ada Whatsap (WA) saya, ada WAnya Gusti Kanjeng Ratu, kan bisa WA untuk sama-sama berembug," ungkapnya.
"Kan selama ini tidak pernah dilakukan. Tapi kemana-mana keluar seolah-olah sudah minta kunci, minta ini, minta ini. Itu tidak ada di tempat kami," lanjut dia.
Menurutnya kalau mau minta akses atau minta kunci bisa berembug, jadi membuat komunikasi dengan baik. Pihaknya tidak akan menghalangi rencana revitalisasi keraton.
Baca Juga: 2 Kubu di Keraton Solo Tetap Gelar Kirab Malam 1 Suro, Duduk Saling Membelakangi
"Intinya sebenarnya dari pihak kami tidak akan melakukan atau menghalangi revitalisasi dengan pemerintah. Kita senang bisa bekerjasama sama pemerintah tetapi dengan koridor-koridor yang benar, toh tujuannya untuk kebaikan keraton. Selama ini saya merasa memang tidak ada komunikasi yang baik antara LDA dengan kami," jelasnya.
Jadi sangat disayangkan adanya pernyataan buka paksa. Harusnya bisa berembug dan duduk bersama, apalagi semua masih keluarga.
"Sangat disayangkan muncul pernyataan seolah-olah akan membuka paksa. Mengapa harus selalu menggunakan kata-kata ancaman, paksaan, dan kekerasan? Kalau memang
kami masih dianggap keluarga, ayolah kita bicara dan duduk bersama baik-baik," papar dia.
Seperti diketahui, Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Kasunanan Solo, GRAy Koes Moertiyah (Gusti Moeng) menyebut ada sejumlah lokasi yang saat ini masih terkunci dan belum bisa diakses.
Pihaknya pun tak segan-segan akan melakukan pembukaan secara paksa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL
-
Burnout 2026 Siap Guncang Solo, Seringai hingga Lucky Draw 2 Motor Chopper
-
Ancam Buka Paksa Keraton Solo, Kubu PB XIV Purboyo Meradang: Kenapa Harus Pakai Kekerasan?
-
BBRI Kembali Dilirik JPMorgan, Valuasi Murah dan Dividen Tinggi Jadi Andalan