- Dua kubu Keraton Kasunanan Surakarta menggelar kirab pusaka Malam 1 Suro secara terpisah pada Selasa, 16 Mei 2026.
- Peserta dari kubu LDA dan kubu PB XIV Purboyo melakukan prosesi duduk saling membelakangi di Sasana Sewaka.
- Kedua belah pihak berkomitmen menjaga kedamaian serta nama baik keraton selama rangkaian acara tradisi tersebut berlangsung.
SuaraSurakarta.id - Dua kubu Lembaga Dewan Adat (LDA) dan Sinuhun Paku Buwono (PB) XIV Purboyo di Keraton Kasunanan Surakarta sama-sama menggelar kirab pusaka malam 1 suro , Selasa (16/5/2026) malam.
Ada hal yang aneh dalam gelaran kirab tersebut, di mana duduk peserta kirab saling membelakangi atau memunggungi di Sasana Sewaka.
Dari kubu LDA menghadap ke timur, sedangkan kubu PB XIV Purboyo menghadap ke barat.
Para tamu undangan maupun abdi dalem yang datang pun diarahkan duduknya oleh petugas masing-masing kubu.
Tampak PB XIV Hangabehi yang duduk menghadap timur di dampingi Ketua LDA GKR Koes Moertiyah Wandansari (Gusti Moeng), GKR Koes Indriyah dan GPH Madukusumo.
Sementara dari kubu PB XIV Purboyo, Sinuhun PB XIV Purboyo hadir langsung dan duduk Sasana Prasadya. Ada juga GKR Timoer Rumbay Kusuma Dewayani, GKRay Devi Lelyana Dewi, GKRay Dewi Ratih Widyasari hingga KGPH Dipokusumo.
Ketua Eksekutif LDA Keraton Surakarta, KPH Eddy Wirabhumi mengatakan untuk acara tidak menggelar Haul PB X di Sasana Sewaka.
"Ada banyak sebenarnya, malam satu suro itukan bersamaan dengan Haul PB X. Tapi kami tidak mengadakan, karena sudah melakukan beberapa hari yang lalu," terangnya, Selasa (16/6/2026).
Eddy meminta agar seluruh pihak saling menahan diri demi kelancaran acara. Sangat penting menjaga nama baik keraton dan budaya jawa di mata nasional dan internasional.
Baca Juga: Berdampingan dengan Baliho PB XIV, Kemunculan Fadli Zon di Gladak Jadi Sorotan
"Kami berusaha semaksimal mungkin untuk menahan diri, menjaga harkat martabat dan nama besar keraton. Nama besar Indonesia, nama besar orang Jawa yang katanya santun dan penuh nilai luhur, jangan mencederai dengan masalah yang tidak begitu penting," ungkap dia.
Ketika disinggung soal prosesi kirab, Eddy enggan menyampaikan secara detail.
"Nanti kita dilihat situasi, menurut saya itu bisa dilakukan beriringan," katanya.
Sementara itu Juru Bicara PB XIV Purboyo, KPA Singonagoro mengatakan kalau seluruh persiapan kirab pusaka malam satu suro sudah matang.
Pihaknya berkomitmen untuk menjaga agar prosesi berjalan lancar, damai dan bebas dari gangguan oknum.
"Dari Sinuhun sudah siap semua, sudah ditata dan dipersiapkan. Insya allah kita berkomitmen menjaga suro ini tetap lancar dan damai," papar dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Bukan Sekadar Bantuan, Bhakti Presisi Polresta Solo Pererat Kebersamaan dengan Ojol dan Supeltas
-
NICE Gelar 55 Event, Perkuat Posisi sebagai Destinasi MICE Baru
-
BRI Perkuat Program 3 Juta Rumah, Ribuan Debitur Ikut Akad Massal
-
Manfaatkan Kepercayaan Majikan, ART di Solo Diduga Curi Uang dan Perhiasan
-
Menembus Medan Sulit, Mantri BRI Perkuat Akses Layanan Keuangan di Talaud