- Lima ekor kerbau bule Kiai Slamet akan memimpin Kirab Pusaka Malam 1 Suro di Keraton Surakarta, Selasa (16/6/2026).
- Perawat kerbau melakukan rangkaian persiapan berupa pemandian rutin serta gladi jalan kaki selama dua hari sebelumnya.
- Prosesi kirab dilakukan sebagai tradisi tapa bisu untuk memanjatkan doa serta harapan keselamatan menyambut tahun baru Jawa.
SuaraSurakarta.id - Lima kerbau bule Kyai Slamet akan berada di barisan terdepan sebagai cucuk lampah dalam Kirab Pusaka Malam 1 Suro Keraton Kasunanan Surakarta, Selasa (16/6/2026) nanti.
Sebelum pelaksanaan kirab, kerbau-kerbau tersebut telah menjalani berbagai persiapan khusus.
Salah satu tahapan yang dilakukan adalah memandikan kerbau sebagai bagian dari perawatan rutin sekaligus persiapan menghadapi prosesi sakral Malam 1 Suro.
"Kerbau dimandikan terlebih dahulu agar bersih dan siap mengikuti kirab," terang Srati atau Perawat Kerbau Bule Kiai Slamet, Heri Sulistyo, Senin (15/6/2026).
Heri mengatakan selain memandikan, juga di gladi selama dua hari dari Sabtu (13/6/2026) dan Minggu (14/6/2026). Untuk Senin (15/6/2026) ini, kerbau di istirahatkan untuk persiapan kirab.
"Sudah ada gladi selama dua hari, hari ini istirahat. Gladinya itu mengelilingi keraton, ini buat latihan jalan karena lama tidak dikeluarin. Biar kakinya lemas," ungkapnya.
Menurutnya yang persiapkan untuk kirab lima ekor kerbau keturunan Kiai Slamet yang dipelihara oleh Keraton Surakarta ini terdiri atas dua ekor jantan dan tiga ekor betina.
Sebelumnya kerbau-kerbau keturunan Kiai Slamet tersebut ditempatkan di kandang lama yang berada di kawasan Kampung Gurawan, kemudian dipelihara dan dirawat di kandang yang berada di kawasan Alun-Alun Selatan Keraton Surakarta.
Heri menjelaskan seluruh kegiatan perawatan, penggembalaan, pemantauan kesehatan, hingga persiapan menjelang kirab dilakukan di bawah koordinasi Karaton Surakarta Hadiningrat bersama para abdi dalem yang ditugaskan secara khusus.
Baca Juga: Duh! PB XIV Hangabehi dan PB XIV Purboyo Gelar Kirab Pusaka 1 Suro di Hari yang Sama
"Perawatan dan penggembalaan dilakukan setiap hari. Semua sudah ada yang mengurus dan menjadi tanggung jawab karaton," ujar dia.
Sementara itu Wakil Pengageng Karti Puro Karaton Surakarta Hadiningrat, KPH Djoyo Adilogo menegaskan bahwa seluruh persiapan pelaksanaan Kirab Pusaka Malam 1 Suro telah berjalan sesuai prosedur dan tidak mengalami perubahan berarti dibanding tahun-tahun sebelumnya.
"Persiapannya seperti biasa. Semua berjalan sesuai prosedur yang selama ini sudah dilakukan. Kami juga sudah melaksanakan gladi bersih selama dua hari sebelum pelaksanaan kirab," jelasnya.
Djoyo menyatakan seluruh tahapan kirab telah dipersiapkan sesuai tata cara dan tradisi yang berlaku di lingkungan Keraton Surakarta Hadiningrat.
Djoyo mengaku sudah terlibat langsung dalam penyelenggaraan Kirab Malam 1 Suro sejak tahun 2004 lalu.
"Pengalaman panjang itu membuat seluruh rangkaian kegiatan menjadi bagian dari rutinitas yang telah dipahami oleh para petugas dan abdi dalem yang terlibat.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Ini Ritual Khusus Kerbau Bule Kyai Slamet Sebelum Kirab Malam 1 Suro
-
Polresta Solo Jamin Keamanan Kirab Pusaka Keraton dan Mangkunegaran Berjalan Aman dan Kondusif
-
Bukan Sekadar Edukasi, Taruna Akpol Batalyon Manggala Satya Hadirkan Air Bersih dan MCK di Solo
-
Polemik Pembangunan GKJ Solo: Saat Aturan Negara Justru Menjadi Hambatan Beribadah
-
Gara-gara Dua Mahasiswa Ditangkap Polisi, Aksi Demo di Solo Sempat Memanas