- PT Bangun Kosambi Sukses Tbk mencatat 55 kegiatan MICE telah diselenggarakan di NICE sejak Agustus 2025 hingga semester pertama 2026.
- Penyelenggaraan 53 event tambahan diproyeksikan sepanjang tahun 2026 guna mendorong pertumbuhan ekonomi sektor perdagangan, jasa, dan properti.
- Konektivitas Jalan Tol KATARAJA memperkuat akses menuju Bandara Soekarno-Hatta untuk mempermudah mobilitas masyarakat dan pelaku usaha.
SuaraSurakarta.id - Nusantara International Convention and Exhibition (NICE) terus memperkuat perannya sebagai salah satu pusat penyelenggaraan kegiatan Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) di Indonesia.
Sejak mulai beroperasi pada Agustus 2025, fasilitas konvensi dan pameran tersebut telah menjadi tuan rumah puluhan agenda berskala nasional maupun internasional.
PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) mencatat sebanyak 55 kegiatan telah diselenggarakan di NICE hingga semester pertama 2026. Beragam acara tersebut dinilai turut meningkatkan kunjungan sekaligus memperkuat daya tarik kawasan sebagai destinasi bisnis, pameran, dan hiburan.
Sejumlah agenda berskala besar yang telah digelar di NICE antara lain Livin' Fest 2025 yang diselenggarakan Bank Mandiri serta Java Jazz Festival 2026.
Kehadiran berbagai acara tersebut juga memberikan dampak terhadap meningkatnya aktivitas masyarakat dan pelaku usaha di kawasan.
Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo, mengatakan penguatan fungsi NICE sebagai destinasi MICE akan menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi pada semester kedua 2026.
"Transformasi kawasan sebagai pusat bisnis dan komersial semakin memperkuat aktivitas ekonomi. Pipeline penyelenggaraan event di NICE diharapkan terus meningkat seiring penguatan fungsi kawasan sebagai destinasi MICE," ujar Steven, Jumat (31/7/2026).
Menurutnya, sepanjang 2026 penyelenggaraan acara di NICE diproyeksikan mencapai 53 event. Aktivitas tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah pengunjung, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi sektor perdagangan, jasa, hingga properti.
Selain didukung aktivitas MICE, kawasan tempat NICE berada juga semakin ditunjang konektivitas yang lebih baik melalui Jalan Tol KATARAJA. Infrastruktur tersebut memperkuat akses menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta maupun wilayah Jabodetabek sehingga mempermudah mobilitas masyarakat dan pelaku usaha.
Baca Juga: Ekonom Apresiasi Peran Vital Buruh, Ajak Aksi Damai dalam May Day
Steven menilai pengembangan kawasan secara terintegrasi menjadi salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan di tengah tantangan pasar properti.
"Nilai utama kawasan tidak hanya terletak pada pengembangan properti, tetapi juga pada perannya sebagai hub bisnis dan komersial dalam ekosistem terintegrasi yang mendukung pertumbuhan jangka panjang," katanya.
CBDK optimistis sinergi antara pengembangan kawasan bisnis, fasilitas MICE, peningkatan konektivitas, serta bertambahnya institusi dan pelaku usaha akan semakin memperkuat kawasan tersebut sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi baru di wilayah Tangerang dalam beberapa tahun mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Cerita Paman Aldo, Penumpang Kapal Virgo Transport 8, Niat Bekerja untuk Bantu Orang Tuanya
-
Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu
-
Dewi Natalia, Mantri BRI yang 14 Tahun Dampingi Pedagang dan Lawan Jerat Rentenir
-
Warung Makan Non Halal di Sukoharjo Diduga Dibakar oleh OTK
-
Holding Ultra Mikro 5 Tahun, Jutaan UMKM Makin Berdaya