- Pura Mangkunegaran Surakarta menggelar peringatan malam 1 Suro pada 16 hingga 17 Juni 2026 melalui serangkaian ritual adat sakral.
- Kegiatan ini difokuskan sebagai laku tirakat selama 24 jam untuk refleksi diri menyambut tahun baru melalui tiga fase waktu.
- Rangkaian acara meliputi doa bersama, kirab pusaka dalem, semedi di Pendapa Ageng, hingga meditasi sebagai puncak ritual tahunan tersebut.
SuaraSurakarta.id - Jika Keraton Kasunanan Surakarta hingga saat ini masih disibukan dengan adanya dualisme acara kirab pusaka malam 1 suro.
Di Pura Mangkunegaran Surakarta bakal menggelar acara peringatan malam 1 suro dengan sederhana, unik dan lebih sakral jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Rangkaian acara peringatan akan dilakukan sepanjang 24 jam. Acara tersebut tidak dirancang sebagai perayaan tapi sebagai tirakat.
Ketua Panitia, GRAj Ancillasura Marina Sudjiwo mengatakan suro tahun ini tidak hanya acaranya difokuskan di malam 1 suro. Tapi acara rangkaian ritual adat ini akan berlangsung selama 24 jam, nanti diawali dengan berbagai acara dan ditutup pada tanggal 17 Juni pagi.
"Acara suro ini bukan sekedar acara tontonan tapi ini adalah acara sakral ritual adat. Di mana merupakan perjalanan tirakat yang kita jalani bersama-sama secara sadar," terangnya saat ditemui, Kamis (11/6/2026).
Gusti Sura menjelaskan satu suro itu adalah malam yang dalam tradisi Jawa dikenal sebagai ruang hening. Di mana untuk mengosongkan diri buat mempersiapkan tahun yang baru agar lebih baik lagi.
"Peringatan 1 suro itu bukan acara tapi ritual adat untuk kembali ke diri, kita refleksi, kita melepaskan dan kita menyambut sesuatu yang baru. Jadi ada tiga fase, yakni Atita (masa lampau), Atiki (masa kini) , dan Anagata (masa depan)," ungkap dia.
"Yang membuat peringatan 1 suro di Mangkunegaran unik dan lebih sakral daripada tahun-tahun sebelumnya adalah rangkaian tirakatan sepanjang 24 jam yang berlangsung dalam tiga fase yang berkesinambungan," lanjutnya.
Gusti Sura mengatakan nanti acara akan dibuka dengan doa bersama dan santap sore sebagai ungkapan syukur sekaligus pembuka laku tirakat pada, Selasa (16/6/2026).
Baca Juga: Keraton Solo Kembali Memanas, Aksi Penggembokan Pintu Masuk Kembali Terjadi
Selanjutnya dilakukan prosesi kirab pusaka dalem, arak-arakan pusaka keraton.
"Pada tengah malam tepat bergantian tahun akan dilakukan ritual semedi di Pendapa Ageng dan Dalem Ageng. Semedi ini merupakan puncak laku tirakat malam 1 suro," jelas kakak KGPAA Mangkunegoro X ini.
Gusti Sura menyebut keesokan harinya akan ada meditasi dimulai dengan laku catur sembah sebagai ritual penyambutan fajar.
Kemudian dilanjutkan dengan menulis kartu harapan dan ditutup dengan sesi larasati.
"Rangkaian kegiatan ini memberikan pengalaman yang berakar pada tradisi Jawa sebagai cara tubuh, jiwa, dan kesadaran menyambut yang akan datang," tandasnya.
Ketika ditanya berapa jumlah pusaka yang akan dikirab, Gusti Sura menyebut belum tahu. Karena masih menunggu dawuh dari KGPAA Mangkunegoro X.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Ika Wonda Hattrick, MilkLife Strikers Buka Singa Cup 2026 dengan Kemenangan Telak
-
Latihan Jadi Pengusaha Digital, Santri di Solo Mimpi Buka Warung Pecel Lele
-
Persis Solo Tunggak Sewa Stadion Manahan Rp 3,21 Miliar, BRM Kusumo Putro: Ini Memalukan!
-
Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum
-
Wali Kota Solo Minta Persis Segera Lunasi Tunggakan Sebesar Rp3,21 Miliar