- Lembaga Dewan Adat menggembok Pintu Bangsal Magangan di Keraton Surakarta hingga menghambat akses keluar masuk keluarga PB XIII.
- Putri PB XIII, GKR Timoer, mengeluhkan penggembokan berulang yang mempersulit aktivitas sehari-hari di area keraton sejak akhir April 2026.
- Ketua Eksekutif LDA membantah adanya tindakan sepihak dan menyatakan bahwa penutupan pintu dilakukan sesuai standar operasional prosedur keraton.
SuaraSurakarta.id - Keraton Kasunanan Surakarta kembali memanas. Pasalnya penggembokan kembali terjadi di Pintu Masuk Bangsal Magangan.
Penggembokan ini membuat akses keluar masuk keluarga keraton menjadi terhambat. Bahkan harus membongkar gembok tapi kembali dipasang gembok.
Adanya penggembokan di Pintu Magangan dikeluhkan oleh putri dalem PB XIII GKR Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani. Penggembokan itu disebut dilakukan oleh Lembaga Dewan Adat (LDA).
Timoer bahkan memposting penggembokan itu di akun pribadinya di media sosial (medsos) instagram @gkrtimoer.
Lewat postingannya, Timoer menyebut penggembokan kunci pintu Bangsal Magangan yang telah berlangsung beberapa hari terakhir. Ia bahkan sempat membuka paksa gembok dan menggantinya, namun dari kubu LDA kembali memasang gembok baru sehingga ada dua gembok.
"Sudah tiga-empat kali saya membuka atau ketok-ketok karena pintu Magangan digembok sama LDA. Kalau saya ganti gembok kemudian satu kunci saya berikan, mereka tetap bisa mengakses. Kalau mereka nggak seperti itu, ganti gembok tapi saya nggak dikasih," ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Timoer mengatakan kalau dirinya dan keluarga lainnya tidak bisa keluar karena pintu digembok sama LDA. Kondisi ini sudah hari keempat, bahkan empat kali dirinya memotong gembok karena tidak bisa mengakses Pintu Magangan.
"Jadi kronologisnya itu dikunci kemudian saya ketok, lalu saya ganti gemboknya. Tapi saya masih baik hati, satu kunci saya serahkan ke pejagan di pihak LDA, saya bilang kunci dihaturkan ke Gusti Moeng kalau mau keluar masuk," ungkap dia.
"Tapi besoknya diganti lagi sama mereka dan saya tidak diberi kunci. Saya ketok lagi, saya berikan lagi satu kunci ke mereka tapi besoknya lagi diganti lagi," lanjutnya.
Baca Juga: Viral PB XIV Purboyo Pakai Jarik Motif Parang Terbalik di Acara Halabihalal
Timoer menyebut kalau Pintu Magangan itu merupakan akses untuk aktivitas sehari-hari termasuk buat parkir mobil hingga jalur ketika ada upacara adat.
"Itukan akses keluar masuk kita beraktivitas. Mobil saya juga di Magangan. Buat aktivitas sajen setiap Selasa Kliwon atau Kamis, biasanya lewat situ daripada muter," jelas dia.
Timoer menjelaskan tidak hanya Pintu Magangan saja yang digembok oleh LDA. Itu seperti di Pintu Keraton Kulon.
"Di pintu mana lagi ya, itu yang Keraton Kulon ke arah pintu yang dijebol juga digembok sama mereka," katanya.
Timoer juga mempertanyakan kebijakan tersebut dan dikaitkan dengan legitimasi internal keraton maupun regulasi dari pemerintah termasuk yang berada di bawah kewenangan Kementerian Kebudayaan.
Ia pun menawarkan solusi kompromi berupa penggunaan kunci bersama agar seluruh pihak tetap dapat mengakses area tersebut tanpa saling membatasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
Terkini
-
Keraton Solo Kembali Memanas, Aksi Penggembokan Pintu Masuk Kembali Terjadi
-
Firasat Kunjungan Terakhir Farida: Korban Tragedi Maut KRL Bekasi Sempat Pulang Mendadak ke Boyolali
-
Pasbata Duga Ada Operasi Giring Opini Negatif dengan Serangan Terstruktur ke Seskab Teddy
-
Kantor dan Gudang Baru JNE di Solo Perkuat Kapabilitas Digital hingga Dorong Pengembangan UMKM
-
Duh! Gara-gara Harga Aspal Naik, Sejumlah Proyek Jalan di Solo Tertunda