- Sugiyanto, seorang pembuat tungku di Surakarta, menghadapi kendala ekonomi dalam membiayai pendidikan anak-anaknya hingga jenjang SMA.
- Putra Sugiyanto, Muhammad Roid, berhasil diterima di SMA SR 17 Surakarta melalui program gratis Sekolah Rakyat sejak tahun lalu.
- Program pendidikan gratis dari pemerintah ini memberikan fasilitas lengkap yang sangat meringankan beban ekonomi keluarga Sugiyanto secara signifikan.
SuaraSurakarta.id - Sugiyanto hidup dalam keterbatasan. Sehari-hari, pria berusia 52 tahun asal Surakarta, Jawa Tengah, ini bekerja sebagai pembuat tungku tradisional (anglo), namun sesekali juga menerima pekerjaan serabutan seperti membuat alas lemari.
Di tengah keterbatasan tersebut, ia harus memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Saat ini, ia memiliki istri dan tiga anak usia sekolah yang perlu ia nafkahi. Ia pun sempat khawatir penghasilannya tidak akan cukup untuk mengantarkan anak-anaknya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Namun, pada suatu hari, ia mendapat informasi mengenai Sekolah Rakyat dari SMPN 9 Surakarta, sekolah tempat anak sulungnya, Muhammad Roid, menimba ilmu. Tanpa ragu, Sugiyanto kemudian mendaftarkan Roid ke sekolah tersebut setelah lulus dari jenjang SMP.
"Saya daftarkan anak saya ke Sekolah Rakyat karena tidak punya biaya. Untuk disekolahkan ke SMA biasa atau semacamnya, itu tidak punya biaya," jelas Sugiyanto, Senin (20/4/2026).
Pendaftaran tersebut membuahkan hasil. Roid diterima di SMA SR 17 Surakarta pada tahun lalu dan kini telah menginjak kelas X semester II.
Ia melanjutkan, selama lebih dari enam bulan Roid bersekolah, Sugiyanto mengaku tidak lagi terlalu memusingkan biaya pendidikan. Pasalnya, Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan pendidikan gratis, tetapi juga fasilitas makan, seragam, perlengkapan sekolah, laptop, hingga asrama.
"Sekolah Rakyat meringankan beban, karena tidak perlu memberi uang saku setiap hari, tidak perlu mengantar jemput anak sekolah. Itu sangat penting sekali, Itu sangat meringankan beban," jelas dia.
Oleh karenanya, ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas program Sekolah Rakyat yang dinilainya mampu meringankan beban orang tua dengan keterbatasan ekonomi, namun tetap ingin mendorong anaknya melanjutkan pendidikan.
Sugiyanto juga menyampaikan harapan agar Roid dapat lulus dengan baik dan menjadi pribadi yang sukses.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Selamatkan Anak Yatim Sejak Bayi: Sempat Putus Sekolah, Hobi Tawuran
"Terima kasih Bapak Prabowo yang telah membantu anak saya bisa sekolah di Sekolah Rakyat, bisa meringankan beban orang tua," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Kemenpora Beri Penghargaan Indonesia Sports Industry of the Year 2026 kepada BRI
-
Firasat Aneh Kakak-Adik Korban Kapal Virgo: Minta Pakaian Dicuci Ibu hingga Ingin Tidur Bersama
-
Sopir Truk Asal Solo Jadi Korban Kapal Virgo, Ternyata Naik Pakai KTP Saudara Kembar
-
Cerita Paman Aldo, Penumpang Kapal Virgo Transport 8, Niat Bekerja untuk Bantu Orang Tuanya
-
Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu