- Syifa Syafitri, remaja asal Boyolali, sempat putus sekolah kelas 8 SMP pada tahun 2024 akibat kendala ekonomi keluarga.
- Program Sekolah Rakyat gagasan Presiden Prabowo Subianto kini memfasilitasi Syifa melanjutkan pendidikan secara gratis di SR SMP 78 Sragen.
- Siswa mendapatkan fasilitas lengkap berupa asrama, makan, perlengkapan belajar, serta program pengembangan diri untuk meraih cita-cita masa depan.
SuaraSurakarta.id - Melanjutkan pendidikan sempat tidak pernah terlintas di benak Syifa Syafitri, remaja putri asal Desa Kayu Lawang, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Sebab, dua tahun silam, ia terpaksa putus sekolah di kelas 8 SMP akibat keterbatasan ekonomi.
Ia mengatakan, penghasilan kedua orang tuanya tidak cukup untuk membawanya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Saat ini, ayahnya bekerja sebagai pemulung, sementara sang ibu berjualan pakaian bekas.
Syifa pun mengikhlaskan kondisi tersebut. Namun, di saat yang sama, ia juga terpaksa mengubur dalam-dalam impiannya untuk bekerja di sektor pertambangan, yang merupakan cita-citanya sejak dulu.
"Saya putus sekolah di tahun ajaran 2024, di kelas 8 menuju semester dua akhir karena ekonomi keluarga saya," jelas Syifa, dikutip Jumat (17/4/2026).
Setelah tidak melanjutkan pendidikan, Syifa mengabdikan waktunya untuk keluarga. Sebagai anak sulung dari lima bersaudara, ia merasa bertanggung jawab mengurus adik-adiknya serta membantu sang ibu memilih dan mencuci pakaian bekas untuk dijual.
"Nanti juga pas jualan baju juga sama ibu, berdua terus," tuturnya.
Namun kini, Syifa kembali memiliki harapan untuk meraih cita-citanya. Berkat program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto, ia dapat melanjutkan pendidikan kelas 8 di SR SMP 78 Sragen secara gratis.
Ia pun mengaku senang, bukan hanya karena bisa kembali bersekolah, tetapi juga karena mendapatkan fasilitas pendidikan yang memadai.
Ia mengatakan, selama bersekolah di Sekolah Rakyat, ia memperoleh fasilitas makan gratis tiga kali sehari, kudapan gratis dua kali sehari, asrama gratis, serta satu unit laptop dan ponsel pintar.
Baca Juga: Anak Orangtua Difabel Peroleh Pendidikan Gratis di Sekolah Rakyat: Dapat Makanan dan Pakaian
"Seragam dan baju tidur serta baju untuk di asrama juga dikasih dari Sekolah Rakyat tanpa dipungut sepeser biaya apapun," jelas dia.
Lebih lanjut, Syifa juga mengaku senang bersekolah di SR SMP 78 Sragen karena dibekali kegiatan ekstrakurikuler di bidang olahraga, kesenian, serta bahasa. Selain itu, ia juga belajar kemandirian dan kedisiplinan selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.
"Jadi kalau bangun subuh itu sudah enggak dibangunin lagi dari wali asuh dan wali asrama, tapi diri kita sendiri. Terus juga kita cuci baju sendiri," tambahnya.
Atas kesempatan pendidikan dan fasilitas tersebut, ia menyampaikan terima kasih kepada Prabowo karena telah memberinya kesempatan untuk melanjutkan cita-cita yang sempat tertunda. Sebagai bentuk apresiasi, ia pun memanjatkan doa tulus kepada Prabowo.
"Semoga Bapak Prabowo, Bapak Gibran, dan Bapak-Ibu yang ada di belakang Sekolah Rakyat bisa sehat selalu, panjang umurnya, rezekinya dilancarkan," tutup dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
Terkini
-
Kisah Cinta Putri Mangkunegaran dan Bos Rosalia Indah: Sempat Putus 10 Tahun, Kini Bersemi Lagi
-
MilkLife Strikers Lolos ke Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia
-
Geger Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran, Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan!
-
Tunggakan Sewa Manahan Persis Solo, Penegak Hukum Didesak Telusuri Dugaan Pelanggaran
-
Dhaup Ageng Pura Mangkunegaran: Ada Kirab Pengantin hingga Berbagi Kebahagiaan dengan Masyarakat