Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:12 WIB
Jamaah haji Mustofa Ismail yang bernazar berjalan kaki dari Asrama Haji Donohudan menuju rumahnya. [Suara.com/Ari Welianto]
Baca 10 detik
  • Mustofa Ismail, jemaah haji asal Kabupaten Semarang, berjalan kaki dari Asrama Haji Donohudan menuju rumahnya pada Kamis (11/6/2026).
  • Aksi tersebut dilakukan sebagai wujud pemenuhan nazar pribadi untuk menambah kekhusyukan ibadah dengan membaca istigfar dan sholawat.
  • Meski petugas PPIH sempat melarang demi keamanan, Mustofa tetap melanjutkan perjalanan sejauh 34 kilometer dengan pengawalan pihak keluarga.

SuaraSurakarta.id - Seorang haji dari Debarkasi Solo, Mustofa Ismail (67)menjalankan nazar dengan berjalan kali dari Asrama Haji Donohudan Boyolali menuju rumahnya di Dukuh Krajan RT 11 RW 02, Desa Kedung Ringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Kamis (11/6/2026).

Mustofa tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 23 Kabupaten Semarang. Nazar berjalan menuju rumahnya diucapkan Mustofa sebelum berangkat Tanah Suci.

Mustofa mulai berjalan usai tiba di Gedung Muzdalifah Asrama Haji setelah menjalankan ibadah haji. Mustofa sempat naik bus dari Gedung Muzdalifah setelah prosesi penerimaan selesai, tapi setelah sampai di luar Asrama Haji Donohudan, Mustofa minta turun dan kemudian berjalan kaki.

Petugas PPIH Debarkasi Solo sempat melarang Mustofa Ismail yang mau berjalan menuju rumahnya. Petugas minta agar Mustofa ikut naik bus, tapi tetap nekat berjalan.

Mustofa berjalan kaki dengan menggunakan topi caping bertuliskan Allah dan Muhammad dalam bahasa Arab.

Bahkan sebelum berangkat, Mustofa juga berjalan kaki dari rumahnya menuju kantor Kecamatan Suruh, yang kemudian berangkat ke Asrama Haji naik bus.

Mustofa menyebut kalau aksi yang dilakukan ini untuk menambah ibadah. 

"Ini saya menambah ibadah saya. Saya berjalan kaki itu sama istigfar dan membaca sholawat gitu," terangnya, Kamis (11/6/2026).

"Itu membaca istigfar, membaca sholawat, membaca tasbih gitu," lanjut dia.

Baca Juga: Kabar Duka dari Tanah Suci, Dua Jamaah Calon Haji Asal Embarkasi Solo Meninggal Dunia, Ini Identitasnya

Mustofa mengaku sudah terbiasa berjalan kaki, apalagi dirinya seorang petani.

"Iya biasa (jalan kaki), wong tani og. Biasanya bawa dami, inikan nggak jadi e enteng," katanya.

Menurutnya keinginan jalan kaki ini sudah lama. Bahkan keinginan ini tidak disampaikan ke orang lain termasuk keluarga.

"Saya angan-angan sudah lama. Tapi saya ya tidak bicara dengan orang lain dulu melainkan di, karena kalau tidak terlaksana. Sudah lama angan-angan ini, tapi tidak bicarakan sama orang lain dan keluarga," terang dia.

Sementara itu Anak Mustofa Ismail, Ahmad Muntaha yang datang ke Asrama Haji menyebut mendukung aksi yang dilakukan ayahnya berjalan kaki dari Asrama Haji menuju rumah.

"Intinya kita sebagai anak yang penting kemauannya orang tua dituruti, yang penting orang tua senang. Mau jalan kaki, ya kita kawal," jelasnya. 

Load More