Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 12 Juni 2026 | 17:31 WIB
Sejumlah mahasiswa saat meminta pengguna jalan untuk membunyikan klakson. (Suara.com/Ari Welianto)
Baca 10 detik
  • Ratusan mahasiswa Soloraya menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kota Solo pada Jumat, 12 Juni 2026.
  • Para peserta melakukan long march dari Tugu Makutha serta menutup akses jalan utama di Jalan Adi Sucipto, Solo.
  • Mahasiswa menyampaikan keresahan terhadap kondisi negara dan kebijakan pemerintah melalui orasi serta pembentangan berbagai poster tuntutan bagi masyarakat.

SuaraSurakarta.id - Ratusan Mahasiswa Soloraya menggelar aksi di depan Kantor DPRD Kota Solo, Jumat (12/6/2026).

Sebelumnya aksi depan Kantor DPRD Kota Solo mereka berjalan atau long march dari Tugu Makutha atau tugu batas kota. Selama long march mereka terus bergantian berorasi dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan.

Dalam aksinya mereka tidak hanya bergantian orasi tapi juga mengajak pengguna jalan untuk membunyikan klakson kendaraannya.

Sejumlah mahasiswa berjajar di pinggir jalan dengan membawa poster bertuliskan "Klakson sing banter neng kowe ora iso tuku bensin luarang! Cok!", "Muak sama kondisi negara, jengkel sama pemerintah", hingga "Klakson neng muang dengan pemerintah".

Lalu para mahasiswa berteriak ke pengguna jalan "Pak Klaksonya," teriak mahasiswa.

Mereka tampak senang sambil mengepalkan tangan saat pengguna jalan membunyikan klakson.

Sementara itu aksi masih terus berlangsung, mereka secara bergantian berorasi dari perwakilan elemen mahasiswa.

Berbagai poster dengan tulisan dibentakan para mahasiswa, "Indonesia Darurat Reformasi", "Cah-cah FIB menolak tunduk", "19 jt lapangan untuk pekerjaan".

Ada juga "Solidaritas rakyat tertindas", "10+6 = 17". "Stop MBG dan KMP" hingga "Reformasi Dike81ri".

Baca Juga: Deal! KIM Plus dan PDIP Sepakat Alkap DPRD Solo, Apa Hasilnya?

Dalam aksinya mereka juga menutup jalan utama Jalan Adi Sucipto. Akses lalu lintas kendaraan pun dialihkan.

Salah satu mahasiswa, Ridwan Nur Hidayat mengatakan itu sebagai bukti kecemasan masyarakat akan kondisi saat ini.

"Itu bukti masyarakat yang hari ini sibuk kerja dan tidak bisa ikut aksi juga cemas. Makanya kita membawa banner, kalau masyarakat kecewa bisa membunyikan klakson," tandasnya.

Kontributor : Ari Welianto

Load More