- Burnout 2026 bertema Maranggeni akan diselenggarakan pada 25 Juni 2026 di De Tjolomadoe.
- Acara ini menampilkan kompetisi dyno test, musik dari Seringai, serta undian dua unit chopper.
- Festival otomotif dan musik kustom terbesar ini didukung berbagai komunitas dari berbagai kota.
SuaraSurakarta.id - Ajang otomotif kustom terbesar di Solo Raya, Burnout 2026, kembali hadir dengan konsep yang lebih spektakuler. Mengusung tema "Maranggeni" yang bermakna "Menuju Api", event ini akan digelar pada Sabtu (25/6/2026), di Area Parkir Barat De Tjolomadoe (The Colomadu).
Menggabungkan budaya motor kustom, musik keras, dan gaya hidup (lifestyle), Burnout tahun ini berkolaborasi dengan Tegangan Tinggi untuk menghadirkan pengalaman berbeda dibanding edisi sebelumnya.
Ribuan pecinta otomotif klasik, motor kustom, hingga penggemar musik cadas dari Solo Raya dan berbagai daerah di Jawa Tengah diperkirakan akan memadati lokasi acara.
Salah satu daya tarik utama Burnout x Tegangan Tinggi 2026 adalah penampilan band rock Seringai di Tegangan Stage. Selain itu, panggung juga akan diramaikan oleh Teenage Death Star serta sejumlah musisi lainnya yang siap menyuguhkan atmosfer penuh energi.
Tak hanya musik, penyelenggara juga menghadirkan berbagai konten otomotif yang memacu adrenalin. Tahun ini, Dyno Test Competition menjadi salah satu sajian baru yang akan menampilkan adu performa mesin dengan suara raungan motor yang menggelegar.
Atraksi khas Burnout Time, yaitu pertunjukan bakar ban yang telah menjadi identitas acara, juga kembali digelar sebagai penutup rangkaian kegiatan.
Panitia juga menyiapkan hadiah menarik bagi para pengunjung. Melalui pembelian tiket maupun merchandise resmi, pengunjung berkesempatan mengikuti Lucky Draw dengan hadiah utama dua unit motor kustom bergaya chopper.
Selain kompetisi dan hiburan musik, Burnout 2026 juga menghadirkan beragam aktivitas menarik seperti Custom Meetup, City Rolling, Live Pinstripe Demo, Pin Up Photo Session, hingga area Music Zone.
Pengunjung juga dapat berburu berbagai kebutuhan otomotif di area junkyard dan deretan booth yang menyediakan spare part, aksesori, apparel, hingga perlengkapan motor klasik dan kustom.
Baca Juga: Semarak Baturan Fest: Duet Sahli Himawan dan Republik Band Goyang Masyarakat Colomadu
Bagi yang ingin bersantai, tersedia area food court serta Chill & Blarr Area yang menawarkan suasana lebih santai sembari menikmati berbagai hiburan di lokasi.
Gelaran Burnout tahun ini juga mendapat dukungan dari Bold Riders, dengan kehadiran perwakilan dari 12 chapter.
Sejumlah builder motor kustom dari Solo Raya maupun luar kota serta komunitas motor dari Jakarta, Surabaya, hingga Cirebon juga dipastikan hadir untuk memeriahkan acara.
Dengan perpaduan otomotif, musik, dan budaya komunitas, Burnout x Tegangan Tinggi 2026 diharapkan kembali menjadi salah satu festival motor kustom terbesar dan paling ditunggu di Jawa Tengah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Kiper Jebolan Kendal Tornado FC Youth Tepis Dua Penalti, Solo Raih Emas Porprov Jateng
-
Panahan Kota Solo Lolos ke Empat Final Beregu Porprov Jateng 2026, Bidik Sapu Bersih Emas
-
Masuk Blacklist Politisi Edisi Bupati/Wali Kota, Ini Respon Santai Respati Ardi
-
Ketahuan Selingkuh, ASN di Solo Diberhentikan
-
Raih Medali Emas Panahan, Daffa Indika dan Dimas Maulana Kompak Angin Jadi Tantangan