- Wali Kota Solo, Respati Ardi, menegaskan tidak ada gelombang pemutusan hubungan kerja bagi PPPK di lingkungan Pemkot Solo.
- Pemutusan hubungan kerja hanya dilakukan bagi pegawai berkinerja buruk atau yang tersangkut sanksi serta masalah hukum.
- Pemkot Solo memprioritaskan penambahan sekitar 200 tenaga pendidik guna meningkatkan mutu pendidikan dengan kondisi fiskal yang aman.
SuaraSurakarta.id - Wali Kota Solo, Respati Ardi memastikan tak ada gelombang pemberhentian Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) karena anggaran melalui penerapan Undang-Undang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah (HKPD) di Pemkot Solo.
Pengurangan atau pemutusan hubungan kerja (PHK) pegawai memang bisa saja terjadi melainkan bukan karena alasan efisiensi anggaran. Namun disebabkan oleh beberapa faktor seperti berkinerja buruk dan pegawai yang menjalani proses hukum.
“Kita tidak ada gelombang PHK atau mengurangi anggaran. Kalaupun terjadi (PHK) karena alasan alasan tertentu seperti apabila ada kepegawaian yang memang menjalankan sanksi atau berkinerja buruk atau dasar lainnya dan bukan karena efesiensi anggaran,” kata Respati, Kamis (2/4/2026).
Respati juga menyampaikan kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) agar setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat mengoptimalkan pegawai yang sudah ada. Dan ke depan, kebutuhan pegawai akan diprioritaskan pada tenaga pendidik dan tenaga kesehatan.
“Kami dari BKPSDM sudah menyampaikan dan saya sudah himbau untuk sedikit mungkin dan lebih mengefesienkan tenaga yang sudah ada. Dan kami akan memfokuskan terlebih dahulu nakes dan tenaga pendidikan. Selain itu kita tidak ada penambahan,” tuturnya.
Respati menyebutkan sektor pendidikan menjadi prioritas dalam penambahan tenaga kerja. Dan Pemkot Solo kini juga tengah bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret terkait peningkatan kualitas tenaga pendidik melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG).
“Kita ada program PPG juga dengan UNS nanti guru paling banyak yang kita adakan. Nanti akan kita lihat di sana ada beberapa dari progam PPG ada yang PPPK dan macam-macam. Intinya kita fokus penambahan guru di Kota Solo,” terangnya
Saat ini tengah dibutuhkan ratusan guru untuk peningkatan mutu pendidikan di Kota Surakarta. Terkait hal tersebut, Respati memastikan kondisi keuangan Pemkot Solo aman untuk memenuhi kebutuhan ini.
“Kebutuhan sekitar 200-an guru. Tetapi nanti silahkan Disdik yang menjelaskan detail. Dan untuk anggaran insyaallah kita dalam kondisi fiskal yang aman,” imbuhnya.
Baca Juga: Respati Ardi Pastikan Stok BBM dan Elpiji Aman untuk Lebaran, Minta Masyarakat Tak Panic Buying
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Respati Ardi Pastikan Tak Ada Gelombang Pemberhentian PPPK Karena Anggaran Pemkot Solo
-
Belanja Celana Adidas Promo di Blibli Banyak Untungnya
-
Bertemu Dubes Iran, Jokowi Akui Bahas Banyak Hal, Termasuk Lobi-lobi soal Penutupan Selat Hormuz?
-
Jokowi Jamu Hidangan Spesial untuk Dubes Iran, Ada Gulai Kambing, Lontong Sayur hingga Nasi Goreng
-
Tak Lagi Menjabat, Jokowi Masih Jadi Sosok Sentral? Dubes Iran Ungkap Alasannya