- Sebanyak 20 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Kota Solo sempat berhenti beroperasi sejak Senin karena kendala pencairan dana.
- Keterlambatan pendanaan dari Badan Gizi Nasional terjadi akibat sistem antrean pengajuan dana operasional yang harus segera diselesaikan.
- Pemerintah Kota Solo juga menghentikan sementara delapan dapur karena belum memiliki fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah yang memadai.
SuaraSurakarta.id - Sebanyak 20 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Solo berhenti operasi. Penghentian tersebut terkait pencairan anggaran yang terlambat.
"Memang ada sekitar 20 SPPG yang dananya belum cair. Tapi di hari ini juga, itu semua sudah pencairan rata-rata," terang Koordinator SPPG Kota Solo, Priyo Widyastoko, Selasa (9/6/2026).
Priyo mengatakan SPPG yang berhenti beroperasi itu sejak Jumat (5/6/2026) kemarin. Tapi memang ada pendanaannya yang sudah cair.
"Baru jumat kemarin, kalau sabtu memang tidak operasional. Jadi kalau dibilang baru senin kemarin," ungkapnya.
Menurutnya untuk pencairannya itu per minggu, biasanya cair hari kamis dan jumat.
"Jumat kemarin memang masih jalan, BGN pencairannya itu kalau nggak di hari kamis atau jumat. Untuk yang jalan minggu ini belum ada pencairan gara-gara mungkin sistem lah, ada keterlambatan," jelas dia.
Sementara itu Wakil Satgas MBG Kota Solo, Purwanti menyatakan memang adanya keterlambatan pendanaan membuat beberapa dapur berhenti beroperasi.
"Mulai senin tidak beroperasional," ujarnya.
Purwanti menyebut operasional SPPG itu menggunakan sistem dana bergulir. Setiap SPPG itu awalnya diberikan modal operasional oleh BGN.
Baca Juga: Gusti Moeng Ungkap Alasan KGPH Hangabehi Ditetapkan Sebagai PB XIV: Memperhatikan Nasab!
"Ini yang sudah dipertanggungjawabkan seharusnya segera kembali dialiri uang, ditransfer uang. Karena pengajuan antre, jadi mengalami keterlambatan," kata dia.
Terpisah Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan soal SPPG yang berhenti operasional karena pendanaan itu urusan BGN bukan dari APBD.
"Saya intens sekali komunikasi dengan Bu Nanik Kepala BGN, mengupdate perkembangan MBG di Kota Solo. Saya banyak ngasih masukan ke beliau," jelasnya.
Respati menambahkan ada juga 8 SPPG yang kena suspend karena tidak memiliki fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Dari jumlah itu ada 4 SPPG yang sudah berkomitmen akan memenuhi fasilitas itu.
"Kemarin dari Satgas sudah menyampaikan ada delapan yang di suspend dan kita minta untuk memenuhi izin-izinnya, terkait lingkungan terutama dan kehigienisan dari dapur. Jadi nanti ketika sudah berjalan dengan baik kami akan buka kembali, hari ini sudah ada empat yang berkomitmen dan empat yang belum memenuhi," tandas dia.
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi
-
Undangan Sudah Diterima, Jokowi dan Ajudan Tegaskan Bakal Hadir Jadi Saksi di Sidang Roy Suryo
-
Tutup Jalan Slamet Riyadi, Aliansi Mahasiswa Soloraya Teriakkan 'Prabowo-Gibran Penuh Kegagalan!'
-
Refleksi 100 Tahun Sumpah Pemuda, GSI Kumpulkan Ratusan Anak Muda Lintas Organisasi di Kota Solo
-
Demo di Rumah Jokowi, Massa Bawa Spanduk Gibran 'Anak Haram Konstitusi' Tuntut Mundur dari Wapres