- Gusti Moeng menyatakan penetapan PB XIV Hangabehi sebagai penerus adat Keraton Surakarta didasarkan pada pertimbangan nasab keluarga besar.
- Keluarga besar Keraton dan trah Mataram Islam memilih Hangabehi karena kemampuannya dalam memahami adat serta mengayomi kerabat.
- Pemilihan Hangabehi dilakukan dengan pertimbangan matang untuk memastikan sosok pemimpin yang mampu menjaga keberlangsungan budaya warisan leluhur.
SuaraSurakarta.id - Putri dalem Paku Buwono (PB) XII, GKR Koes Moertiyah Wandansari (Gusti Moeng) buka suara soal alasan di balik penetapan Sinuhun Paku Buwono XIV (PB) Hangabehi sebagai penerus kepemimpinan adat Keraton Kasunanan Surakarta.
Gusti Moeng mengatakan bahwa proses penetapan tersebut tidak dilakukan secara sederhana. Tapi melalui berbagai pertimbangan adat yang melibatkan keluarga besar Keraton Surakarta dan trah Mataram Islam Surakarta.
"Jadi atas pertimbangan adat dan itu melibatkan keluarga besar keraton serta trah Mataram Islam," terangnya, Rabu (3/6/2026).
Gusti Moeng menjelaskan tidak hanya itu saja tapi juga memperhatikan garis keturunan atau nasab. Bahkan keluarga besar Keraton juga mempertimbangkan aspek kepemimpinan, tanggung jawab, pemahaman adat, hingga kemampuan mengayomi keluarga besar Keraton.
"Penetapan beliau juga memperhatikan keturunan atau nasab," ungkap dia.
Ketika ditanya alasan memilih KGPH Hangabehi sebagai penerus takhta, Gusti Moeng memberikan jawaban singkat namun tegas.
"Saya hanya ingin meluruskan sesuai garis nasabnya. Bahwa aspek garis keturunan menjadi salah satu dasar penting dalam proses penetapan penerus kepemimpinan adat Keraton," jelasnya.
Kerabat Keraton, KRMH Saptono Djati, menjelaskan proses penetapan KGPH Hangabehi sebagai penerus kepemimpinan adat tidak hanya mempertimbangkan faktor keturunan semata.
Tapi juga memperhatikan karakter pribadi, pemahaman adat, kemampuan mengayomi keluarga besar Keraton, sentana dalem, dan abdi dalem, serta komitmen menjaga keberlangsungan budaya warisan leluhur.
Baca Juga: Angka Pengangguran di Kota Solo Lebih Tinggi dari Daerah di Soloraya, Capai 13,5 Ribu Jiwa
"Pemilihan beliau bukan keputusan yang diambil secara tergesa-gesa. Banyak pertimbangan yang menjadi dasar keluarga besar Keraton dan trah Mataram Islam Surakarta dalam memberikan kepercayaan kepada KGPH Hangabehi," papar dia.
Menurutnya sosok KGPH Hangabehi selama ini dikenal aktif dalam kehidupan Keraton dan memiliki pemahaman yang baik terhadap tata adat yang berlaku.
"Beliau dikenal santun, bertanggung jawab, memahami tata adat, serta memiliki kemampuan mengayomi keluarga besar karaton, sentana dalem, maupun abdi dalem. Pertimbangan itulah yang menjadi salah satu dasar keluarga memberikan kepercayaan kepada beliau," katanya.
Saptono Djati menyebut kalau keluarga besar Keraton menghendaki figur yang mampu menjadi pengayom sekaligus pemersatu dalam menjaga keberlangsungan adat dan budaya.
"Keraton membutuhkan figur yang mampu menjadi pengayom, pemersatu, dan teladan. Seorang pemimpin harus hadir untuk menjalankan tanggung jawabnya terhadap keluarga besar Keraton, adat istiadat, serta warisan budaya yang telah diwariskan para leluhur," tandas dia.
Seperti diketahui, Sinuhun Paku Buwono XIV Hangabehi lahir dengan nama Gusti Raden Mas (GRM) Soerjo Soeharto pada 5 Februari 1985. Ia merupakan putra tertua almarhum SISKS Paku Buwono XIII dari istrinya, KRAy Winari Sri Haryani.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu
-
Dewi Natalia, Mantri BRI yang 14 Tahun Dampingi Pedagang dan Lawan Jerat Rentenir
-
Warung Makan Non Halal di Sukoharjo Diduga Dibakar oleh OTK
-
Holding Ultra Mikro 5 Tahun, Jutaan UMKM Makin Berdaya
-
Mantan PMI Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon hingga Jantung Kota Taipei